Perpanjangan Runway Bandara Raja Haji Abdullah Dorong Pariwisata Tanjung Balai Karimun
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan pembangunan dan perpanjangan runway Bandara Raja Haji Abdullah, agar dapat didarati pesawat berbadan besar, seperti jenis Boeing 737. Hal ini bertujuan mendorong pengembangan pariwisata Tanjung Balai Karimun.
Menhub menjelaskan, runway Bandara Raja Haji Abdullah ditargetkan mencapai panjang 2.000 meter tahun ini. Menhub pun optimistis pembebasan lahan dan perpanjangan runway akan dapat diselesaikan, sehingga target tercapai.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyatakan apresiasinya kepada Kementerian Perhubungan atas pembangunan bandara ini. Masyarakat juga telah menantikan penerbangan langsung dari kota-kota besar ke Tanjung Balai Karimun.
“Luar biasa, saya mengapresiasi Kementerian Perhubungan dan ini memang yang dinanti masyarakat sudah puluhan tahun, ada penerbangan langsung ke Kepulauan Karimun. Selain itu, sebagai pulau terdepan, kawasan ini juga masif dengan investasi terutama industri dan pariwisata. Mudah-mudahan, ini bisa segera terealisasi,” katanya.
Tanjung Balai Karimun ini adalah daerah yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Guna mewujudkan daerah perbatasan sebagai beranda terdepan dalam memperkuat NKRI, diperlukan pengembangan fasilitas dan operasional untuk peningkatan konektivitas. Salah satunya dengan pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah.
"Pengembangan bandara oleh pemerintah adalah langkah nyata mewujudkan hal tersebut. Saat ini, Bandara Raja Haji Abdullah memiliki luas terminal 770 m2, panjang runway 1.800 x 30 m dan dapat didarati pesawat ATR 72," papar Budi Karya.
Baca Juga

