Elnusa (ELSA) Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Inovasi Teknologi dan Ekspansi Bisnis
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Memasuki 1 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, PT Elnusa Tbk (ELSA) terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui inovasi teknologi dan ekspansi bisnis di berbagai lini jasa energi.
Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca menegaskan, prioritas pemerintah pada ketahanan energi menjadi pendorong bagi perseroan untuk mempercepat inovasi dan memperluas kapabilitas. “Tertuangnya ketahanan energi sebagai prioritas utama pemerintah memacu kami di Elnusa untuk meningkatkan inovasi di berbagai lini,” ujar dia dalam keterangannya, Kamis (23/10/2025).
Sebagai perusahaan jasa energi terkemuka dengan lebih dari 56 tahun pengalaman, Elnusa mencatat berbagai capaian signifikan di sektor jasa hulu migas terintegrasi sepanjang 1 tahun terakhir. Perusahaan berhasil menyelesaikan survei seismik 3D dan 2D dengan cakupan area sekitar 600 km², melakukan 1.356 pekerjaan logging melalui layanan wireline, serta menguji lebih dari 10.000 sumur untuk mengetahui potensi produksi dan karakteristik reservoir.m
Selain itu, Elnusa melaksanakan pengeboran tujuh sumur di Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menggunakan modular rig yang lebih fleksibel dan efisien. Perseroan juga menjalankan layanan cementing & coiled tubing services pada 215 sumur, serta meningkatkan intervensi perbaikan dan optimasi produksi menjadi 123 sumur, naik 19,4% dibanding tahun sebelumnya sebanyak 103 sumur melalui penggunaan hydraulic workover unit (HWU).
Baca Juga
Teknologi 'Coiled Tubing' Elnusa (ELSA) Bikin Sumur Migas Tetap Jalan
“Kemandirian energi Indonesia bukan hanya dari sisi pasokan, tetapi kemampuan anak bangsa dalam mengembangkan teknologi dan memanfaatkan peluang yang ada,” tambah Litta.
Pada pertengahan 2025, Elnusa memperkenalkan PERTASTREAM, teknologi deteksi dini korosi dan retakan pipa berbasis ultrasonik pertama buatan Indonesia hasil kolaborasi dengan PT Pertamina (Persero) dan PT Pindad. Teknologi ini akan diuji coba di Blok Mahakam sebelum memasuki tahap komersialisasi.
Inovasi lain yang dikembangkan Elnusa adalah teknologi high inhibitive water base mud (HIWBM), sistem pengelolaan air dan lumpur ramah lingkungan untuk kegiatan pemboran. Teknologi ini telah diterapkan di lebih dari 100 sumur di berbagai lapangan, termasuk Sumatera bagian utara dan selatan, Tambun, Subang, dan Jatibarang di Jawa Barat. HIWBM terbukti memberikan efisiensi biaya sekaligus mendukung praktik eksplorasi berkelanjutan.
Kolaborasi Elnusa bersama Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 – Field Jambi juga mencetak hasil positif melalui penerapan teknologi dual completion velocity string, yang menjadi terobosan pertama di lapangan migas darat Indonesia. Teknologi ini meningkatkan produksi minyak di Sumur PPS-X19 sebesar 220% dari 442 menjadi 1.418 barel per hari (BOPD), dan di Sumur PPS-12 melonjak 594% dari 73 menjadi 507 BOPD.
Litta menambahkan, Elnusa baru saja meresmikan Laboratorium Cementing & Stimulasi Modern di Indramayu sebagai pusat riset dan pengembangan formula slurry berstandar internasional. “Kami juga tengah menjajaki optimalisasi sumur tua dan marginal untuk unlocking sumber daya energi domestik melalui jasa teknologi milik Elnusa,” ujarnya.
Distribusi Energi dan Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional
Tak hanya di sektor hulu, Elnusa memperkuat lini logistik energi melalui anak usahanya, PT Elnusa Petrofin (EPN), yang kini mengoperasikan lebih dari 200 titik layanan operasional di seluruh Indonesia. Kegiatan EPN mencakup logistik energi, manajemen bahan bakar, perdagangan bahan bakar (fuel trading), dan kimia industri, yang menciptakan lebih dari 15.000 lapangan kerja di berbagai daerah.
Kinerja segmen penjualan barang dan jasa serta distribusi energi tumbuh 24% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Volume transportasi energi meningkat 29%, dari 15,5 juta kiloliter menjadi 19,99 juta kiloliter. Pengelolaan depo bahan bakar mencapai 3,29 juta kiloliter, sementara penyaluran BBM industri naik 57%, dari 87,1 ribu menjadi 137,28 ribu kiloliter. Produksi bahan kimia juga tumbuh 39%, dari 170,1 ribu drum menjadi 236,56 ribu drum.
Baca Juga
Entitas Elnusa (ELSA) Rampungkan Proyek Seismik di Thailand Tanpa Insiden
Elnusa juga memperluas kiprah internasional melalui PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi (EFK) yang berhasil memproduksi lebih dari 65.000 joints pipa oil country tubular goods (OCTG) untuk pasar domestik dan Afrika. Sementara Elnusa Trans Samudera (ETSA) mendukung survei seismik 3D di perairan Songkhla, Thailand, membuktikan daya saing global Elnusa.
Selain itu, anak usaha PT Sigma Cipta Utama (SCU) yang bergerak di bidang layanan warehouse data management & ICT, mencatat utilisasi aset sebesar 95% dan memperoleh sertifikasi ANRI Grade A kategori Alih Media. SCU juga meluncurkan Portable Well Test berbasis energi terbarukan yang telah diaplikasikan di PGE Field Ulubelu, Lampung.

