Bandara Kertajati Siap Disulap Jadi Pusat MRO Nasional, Tol Baru Segera Menyusul
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah tengah berupaya mengembangkan kawasan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, menjadi pusat perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) yang juga dikenal sebagai Aerospace Park.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan, pengembangan kawasan tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi antara pengelola PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) setelah penandatanganan MoU pada April 2025.
“Kita coba hidupkan dengan menghadirkan kerja sama antara pengelola BIJB dengan GMF,” kata AHY dalam acara media gathering di kantornya, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
AHY menambahkan, salah satu tantangan utama yang dihadapi Bandara Kertajati adalah kurangnya konektivitas. Meski infrastruktur bandara telah memadai, keterlambatan pengembangan akses transportasi membuat tingkat keterisian penumpang masih rendah. “Bandaranya dibangun, tapi konektivitasnya terlambat sehingga akhirnya sepi,” jelasnya.
Baca Juga
Pembangunan Tol Indramayu – Kertajati
Sejalan dengan rencana pengembangan kawasan Bandara Kertajati, Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Jalan Tol Indramayu – Kertajati (Indrajati). Infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan Rebana Metropolitan yang meliputi Cirebon, Patimban, dan Kertajati.
Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, konektivitas wilayah pesisir utara dengan pusat pertumbuhan ekonomi baru, seperti Bandara Kertajati dan kawasan industri Rebana akan membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.
“Pembangunan jalan tol ini akan memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya logistik, dan menjadikan Indramayu sebagai simpul penting dalam rantai pasok kawasan industri Rebana,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (22/10/2025).
Menurut Lucky, sejumlah kawasan industri telah dikembangkan di Indramayu, antara lain Kawasan Industri Losarang, pengembangan sektor petrochemical di Balongan, serta pabrik sepatu di Krangkeng. Selain itu, Wisma Haji Jawa Barat di Kecamatan Lohbener juga membutuhkan akses langsung ke jaringan jalan tol.
Lucky menyampaikan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menyusun pra-studi kelayakan (pre-feasibility study) untuk proyek tol ini. “Kami telah berkorespondensi dengan Kementerian PU dalam merencanakan penyusunan pra studi pendahuluan pembangunan Jalan Tol Kertajati - Indramayu yang rencananya akan membentang dari Kertajati hingga Indramayu sepanjang 48,7 kilometer,” bebernya.
Peran Strategis Kawasan Rebana
Rebana Metropolitan merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang mencakup pembangunan infrastruktur, kawasan industri, dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat bagian timur. Dalam skema tersebut, Indramayu berperan sebagai daerah penyangga sekaligus pintu gerbang distribusi barang dan jasa.
“Kita tidak ingin Indramayu hanya menjadi jalur lintasan. Dengan Tol Indramayu–Kertajati, Indramayu diharapkan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru, terutama di sektor industri, logistik, pertanian modern, dan pariwisata berbasis budaya lokal,” imbuh Lucky.
Kawasan Rebana telah ditetapkan sebagai klaster industri dan metropolitan baru. Kawasan ini diperkuat dengan sejumlah infrastruktur strategis nasional, seperti Pelabuhan Internasional Patimban, Bandara Kertajati, jaringan jalan tol, serta 13 kawasan peruntukan industri.
Secara geografis, Kawasan Rebana mencakup sekitar 20% dari total wilayah Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk hampir 10 juta jiwa. Wilayah ini berkontribusi sekitar 19% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Jawa Barat.
Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin menyampaikan, pengembangan Kawasan Rebana diarahkan untuk menjadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga
Ini Strategi AHY "Menghidupkan" Bandara Kertajati yang Mati Suri
“Dalam visi menuju Indonesia Emas 2045, Kawasan Rebana diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, tidak hanya bagi Jawa Barat tetapi juga untuk mendukung pembangunan nasional,” kata Rudy beberapa waktu lalu.
Pemerintah mempercepat pengembangan Kawasan Rebana melalui berbagai kebijakan, termasuk penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan.
Sejumlah proyek strategis nasional (PSN) juga telah diintegrasikan ke dalam kawasan ini, antara lain Bendungan Cipanas, Bendungan Jatigede, Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, Tol Cisumdawu, serta Kawasan Industri Patimban.
“Di antara PSN tersebut, Pelabuhan Internasional Patimban menjadi capaian penting dengan pembangunan tahap kedua yang masih berlangsung. Kapasitas operasionalnya diharapkan dapat mendorong kegiatan ekspor-impor, relokasi industri, serta membentuk rantai logistik baru yang bermanfaat tidak hanya bagi Kawasan Rebana, tetapi juga bagi perekonomian nasional,” tutup Rudy.

