Menperin Pastikan Ada Tambahan Pasokan Gas Murah untuk Industri Manufaktur
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan pemerintah akan menambah pasokan harga gas murah atau Harga Gas Bumi Tertentu atau HGBT yang digunakan industri manufaktur sebagai sumber energi dan bahan baku.
Agus mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan agar pasokan gas bumi untuk pelaku industri dalam kondisi yang aman. Kendati demikian, ia tidak mengungkapkan sumber pasokan itu berasal dari dalam negeri atau impor.
"Saya sudah mendapatkan jaminan dari kantor Kementerian ESDM bahwa dalam waktu dekat ini, Indonesia akan mempunyai tambahan suplai gas," ungkap Agus Gumiwang dalam konferensi pers di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Berdasarkan data Kemenperin, sebanyak 225 perusahaan industri telah ditetapkan sebagai penerima HGBT dengan total kuota 693,307 BBTUD. Aturan ini pun tertuang pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 255K Tahun 2024 tentang Pengguna Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri.
Agus mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan agar pasokan gas bumi untuk pelaku industri dalam kondisi yang aman. Kendati demikian, ia tidak mengungkapkan sumber pasokan itu berasal dari dalam negeri atau impor.
"Saya sudah mendapatkan jaminan dari kantor Kementerian ESDM bahwa dalam waktu dekat ini, Indonesia akan mempunyai tambahan suplai gas," ungkap Agus Gumiwang dalam konferensi pers di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Berdasarkan data Kemenperin, sebanyak 225 perusahaan industri telah ditetapkan sebagai penerima HGBT dengan total kuota 693,307 BBTUD. Aturan ini pun tertuang pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 255K Tahun 2024 tentang Pengguna Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri.
Dalam aturan itu, terdapat tujuh sektor industri penerima HGBT tersebut di antaranya industri pupuk (4 perusahaan), industri petrokimia (56 perusahaan), industri oleokimia (10 perusahaan), industri baja (67 perusahaan), industri keramik (69 perusahaan), industri kaca (18 perusahaan), dan industri sarung tangan karet (4 perusahaan).
Menperin Agus menyebutkan pihaknya juga terus mengawal agar semua sektor industri dapat menikmati insentif harga gas bumi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
"Meski masih dihadapkan pada tantangan realisasi penyaluran, distribusi energi dan fluktuasi harga, kebijakan ini terus disempurnakan agar dapat mendukung keberlanjutan produksi industri dalam negeri," terangnya.
Sebelumnya, keluhan mengenai pasokan gas bumi juga datang dari kalangan pengusaha, yakni Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Saleh Husin jumlah pasokan gas murah atau HBGT untuk industri adalah sebanyak 60% dari kontrak gas yang disalurkan dari Jawa bagian Barat.
"Tetapi di dalam pelaksanaannya itu kawan-kawan industri ini hanya mendapatkan 60% supply daripada gas yang HGBT," ucap Saleh Husin dalam diskusi belum lama ini.

