Proyek MLFF Belum Jalan, RITS Asal Hungaria Klaim Sistem Sudah Siap Sejak 2023
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) asal Hungaria menegaskan komitmennya untuk terus mendukung implementasi sistem pembayaran tol nirsentuh atau multi-lane free flow (MLFF) di Indonesia.
Direktur Utama RITS Attila Keszeg menyatakan, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan RITS telah terjalin sejak lama. Ia menyebut pengembangan sistem MLFF yang dikembangkan perusahaan telah selesai pada Desember 2023.
“Ini adalah hubungan yang sangat lama antara Indonesia dan kami karena kami telah menyatakan bahwa pengembangan sistem asli kami telah selesai pada Desember 2023,” kata Attila saat ditemui di sela-sela acara HunIndo Tech 6.0 di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Attila menuturkan, meski sejumlah pembahasan telah dilakukan, proyek MLFF belum memperoleh keputusan final dari pemerintah. Namun, lanjutnya, RITS tetap melanjutkan komunikasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), khususnya Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
“Telah terjadi banyak pembahasan bolak-balik, tetapi proyek ini belum pernah mendapatkan lampu hijau. Kami masih bekerja sangat erat dengan Pemerintah Indonesia. Kami memiliki rasa hormat tinggi, ketahanan tinggi, dan komitmen tinggi,” terang Attila.
Baca Juga
Ia menyampaikan, Pemerintah Hungaria dan para investor yang terlibat tetap mendukung penuh kerja sama proyek MLFF di Indonesia.
Attila menilai penetapan proyek ini sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) menunjukkan dukungan dan kepercayaan dari Pemerintah Indonesia. “Kami tetap teguh dalam keinginan kami untuk memberikan nilai tambah dan kerja sama yang erat antara Hungaria dan Indonesia. Status PSN juga merupakan tanda kepercayaan dan bukti bahwa Pemerintah Indonesia benar-benar berkomitmen di balik proyek ini,” tegasnya.
Bos RITS menambahkan, kehadiran Kepala BPJT Wilan Oktavian dan Anggota BPJT Sony Sulaksono Wibowo dalam acara tersebut menunjukkan sinyal positif terhadap kelanjutan pembahasan proyek MLFF.
Terkait jadwal implementasi, kata Attila, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah mengenai waktu pelaksanaan dan rencana teknis proyek. “Saya tidak berani mengatakan waktu implementasinya. Kami ingin mempelajari proyeksi dari pemerintah untuk benar-benar mengimplementasikan MLFF. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian PU perlu memberi arahan, dan kami akan mengikuti arahan tersebut,” tutur Attila.
BPJT Kementerian PU menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam implementasi sistem pembayaran tol MLFF. Meski secara teknologi telah siap, aspek hukum, bisnis, dan integrasi sistem menjadi tantangan utama sebelum diterapkan secara penuh.
Anggota BPJT, Sony Sulaksono Wibowo menerangkan, salah satu tantangan utama terletak pada integrasi sistem teknologi yang dikembangkan oleh PT RITS dengan sistem operasional yang telah digunakan oleh operator jalan tol di Indonesia.
Baca Juga
Menteri PU Buka Suara soal Kelanjutan PSN Tol Nirsentuh MLFF
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPJT Wilan Oktavian menambahkan, mekanisme PJP tersebut masih dalam tahap penyusunan dan memerlukan persetujuan dari Bank Indonesia. “Konsepnya melalui PJP, dan saat ini sedang disusun. Persetujuannya juga dengan Bank Indonesia, dan prosesnya masih berjalan,” ujar Wilan.
Ia menuturkan, RITS telah mengusulkan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) bekerja sama dengan PT Digital Wahana Internasional (DWI) sebagai pihak yang akan berperan dalam sistem PJP tersebut.
Di sisi lain, BPJT juga masih membahas aspek hukum dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, terutama terkait penegakan hukum terhadap pengguna jalan yang tidak membayar tarif tol.

