KPI Andalkan AI dan 'Big Data' untuk Efisiensi dan Keselamatan Kilang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang pengolahan minyak dan petrokimia, mendorong transformasi digital di sektor energi nasional. Melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), big data, dan automasi, KPI berupaya meningkatkan efisiensi operasional serta kualitas pengambilan keputusan di seluruh lini bisnisnya.
Langkah ini disampaikan Direktur Sumber Daya Manusia dan Penunjang Bisnis KPI Tenny Elfrida dalam 41st Digital Transformation Summit di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
“Kami menggunakan teknologi digital dalam berbagai bidang, tidak hanya dalam hal teknis, tetapi juga untuk hal-hal yang terkait dengan perencanaan, hingga untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat,” ujar Tenny dalam keterangannyam Jumat (17/10/2025).
Baca Juga
Program Mamaku Besutan Kilang Pertamina Ubah Daerah Tertinggal Jadi Desa Mandiri
Menurut Tenny, transformasi digital di KPI dilakukan secara menyeluruh, termasuk dalam manajemen sumber daya manusia (SDM). KPI telah mengintegrasikan seluruh data human capital melalui HC Data Platform, mencakup proses rekrutmen, pelatihan, manajemen talenta, hingga pensiun.
Platform ini memungkinkan KPI menilai rekam jejak, perkembangan, dan kontribusi setiap pekerja secara komprehensif. “Penggunaan platform ini membuat pengambilan keputusan strategis dalam hal SDM menjadi lebih efisien dan transparan, karena seluruh prosesnya berbasis data,” jelasnya.
Tenny menambahkan, sistem ini juga membantu manajemen menentukan penempatan posisi yang tepat berdasarkan kompetensi individu serta menilai potensi pengembangan karier secara objektif.
Inovasi Berbasis AI
KPI juga mengembangkan sejumlah inovasi digital unggulan. Salah satunya adalah MATA (Market Advanced Tools for Analytics), sistem berbasis AI yang mampu memprediksi harga minyak dunia.
“Dengan MATA, kami bisa meminimalkan risiko kerugian melalui pemilihan harga dasar minyak mentah yang optimal serta strategi lindung nilai (hedging) yang lebih tepat,” tutur Tenny.
Inovasi berikutnya adalah PPMS (Predictive & Prescriptive Maintenance System), sistem berbasis machine learning yang mampu mendeteksi anomali pada peralatan kilang seperti kompresor dan pompa. Teknologi ini memungkinkan KPI mencegah gangguan tak terduga dan mengurangi biaya perawatan.
Selain itu, KPI mengembangkan RUVision, kamera pengawas berbasis AI yang kini diterapkan di Kilang Balikpapan. Sistem ini mampu mendeteksi kebakaran, asap, kebocoran, hingga pelanggaran keselamatan secara real-time.
Baca Juga
Proyek RDMP Kilang Pertamina di Balikpapan Dapat 'Rating' Tertinggi dari Pefindo
“Ketika baru ada gejala yang mengarah pada kondisi tidak aman, sistem ini langsung memberikan peringatan dini. Ini bisa mencegah potensi kecelakaan dan menjaga keselamatan pekerja,” ujar Tenny.
Ia menambahkan, RUVision juga dapat mengenali perilaku berisiko, seperti pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri sesuai standar keamanan. “Ke depan, sistem ini akan kami implementasikan di seluruh kilang KPI untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan operasional,” pungkasnya.

