Sabet Subroto Award 2025 dari ESDM, KPI Buktikan Komitmen Keselamatan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Kilang Pertamina Internasional (KPI) kembali menorehkan prestasi dengan meraih Subroto Award 2025 untuk kategori Keselamatan Migas dan Optimalisasi Gas Suar, penghargaan tertinggi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diberikan kepada pelaku industri energi dan sumber daya mineral berprestasi di Indonesia.
Dua unit operasi KPI, yakni Kilang Plaju dan Kilang Balongan, menjadi penerima penghargaan bergengsi tersebut. Capaian ini menegaskan komitmen KPI dalam menjadikan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam menjalankan operasional kilang, sektor strategis yang menopang ketahanan energi nasional.
Pjs Corporate Secretary KPI, Edward Manaor Siahaan, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil konsistensi KPI dalam membangun budaya kerja yang menempatkan keselamatan sebagai nilai utama.
Baca Juga
Pertamina NRE Tegaskan Komitmen Perkuat Manajemen Risiko Energi Hijau
“Keselamatan kerja dalam operasional kilang merupakan salah satu aspek penting yang menjadi perhatian KPI. Kami menyadari bekerja di dunia migas termasuk kilang memiliki risiko tinggi. Penghargaan Subroto Award 2025 ini menegaskan bahwa KPI memiliki komitmen tinggi terhadap aspek keselamatan untuk menjaga keberlangsungan bisnis energi nasional,” ujar Edward, dikutip Senin (27/10/2025).
Edward menjelaskan, KPI menerapkan prinsip health, safety, security, and environment (HSSE) melalui pendekatan holistik yang mencakup faktor teknis, sosial, dan psikologis. Tujuannya agar keselamatan tidak hanya menjadi kewajiban formal, tetapi melekat dalam budaya kerja setiap individu di perusahaan. “Budaya HSSE di KPI bukan sekadar slogan, tetapi bagian dari identitas setiap pekerja dan mitra kerja kami,” kata Edward.
Sebagai bentuk implementasi nyata, KPI meluncurkan Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS), sistem manajemen keselamatan proses yang terintegrasi dengan keandalan operasional kilang. Sistem ini berfungsi mencegah gangguan operasional, mengurangi potensi kecelakaan, serta memastikan seluruh aset beroperasi secara optimal.
Digitalisasi dan Kepemimpinan Keselamatan
KPI juga mengembangkan Safety Leadership Program 4.0, yang menekankan pentingnya kepemimpinan keselamatan di semua level organisasi. Program ini mendorong partisipasi aktif pekerja dalam mengidentifikasi risiko, melaporkan insiden, serta mengambil keputusan berbasis keselamatan. “KPI juga memanfaatkan teknologi digital untuk pemantauan real-time, analisis prediktif, dan pelatihan berbasis simulasi,” ujar Edward.
Langkah tersebut sejalan dengan transformasi digital yang tengah dilakukan Pertamina Group dalam meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan operasi energi nasional.
Baca Juga
HUT Ke-80 ESDM, Pertamina Siap Kolaborasi Wujudkan Target Ketahanan Energi Nasional
Selain di internal perusahaan, KPI juga aktif mengedukasi masyarakat sekitar kilang melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Melalui program ini, KPI rutin menggelar pelatihan tanggap darurat, kampanye keselamatan lingkungan, dan simulasi evakuasi bencana dengan melibatkan masyarakat serta lembaga lokal.
“Dengan pendekatan sistematis, teknologi mutakhir, dan budaya kerja yang mengutamakan keselamatan, KPI menegaskan posisinya sebagai pelopor keselamatan di industri migas Indonesia,” ujar Edward.

