IoT Sukses Dongkrak Produksi Ikan Nila Sukabumi hingga 40%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam budi daya ikan di Kabupaten Sukabumi terbukti meningkatkan produksi ikan nila hingga 40%. Inovasi ini menjadi contoh nyata digitalisasi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat daerah.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan penerapan teknologi IoT di sektor perikanan merupakan bentuk digitalisasi yang nyata dan tepat sasaran.
“Ini adalah bentuk pemanfaatan digitalisasi yang langsung diterapkan dalam use case di lapangan oleh para pembudidaya ikan nila,” kata Meutya dalam keterangan resmi, Kamis (16/10/2025).
Melalui program Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi Digital Sektor Perikanan Budidaya, pemerintah telah menyalurkan 60 perangkat IoT Microbubble Aerator kepada delapan kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di delapan desa dan empat kecamatan di Sukabumi. Wilayah ini dipilih karena merupakan salah satu penghasil ikan nila terbesar di Jawa Barat.
Perangkat tersebut diklaim mampu meningkatkan kadar oksigen di kolam hingga 60% dan menghemat pemakaian listrik hingga 40% dibandingkan kincir air konvensional. Teknologi ini juga memudahkan pembudidaya memantau kadar oksigen dan suhu air secara real-time melalui ponsel.
“Ibu-ibu bisa ngurus anak juga sambil memantau bagaimana kondisi kolam-kolam ikan nilanya. Adanya koneksi internet membuat Bapak/Ibu bisa melihat kadar oksigen, suhu, dan sebagainya hanya dari ponsel,” jelas Meutya.
Ia menegaskan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program digitalisasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memberikan dampak nyata di lapangan.
“Menjelang satu tahun pemerintahan Pak Prabowo, kita lihat panennya naik. Gagal panen bisa dicegah. Alatnya juga mudah digunakan,” ujar Meutya.
Politisi Partai Golkar itu juga mengajak pelaku startup untuk menghadirkan inovasi teknologi di sektor prioritas pemerintah, termasuk ketahanan pangan.
Politisi Partai Golkar itu juga mengajak pelaku startup untuk menghadirkan inovasi teknologi di sektor prioritas pemerintah, termasuk ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan jadi salah satu yang kita fokuskan. Bagaimana menggunakan teknologi seperti IoT dan kecerdasan artifisial untuk mendukung program-program Asta Cita Bapak Presiden,” tandasnya.
Sekadar informasi, teknologi IoT Microbubble Aerator sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Kemenkomdigi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Kabupaten Sukabumi, serta startup digital Banoo.
Sekadar informasi, teknologi IoT Microbubble Aerator sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Kemenkomdigi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Kabupaten Sukabumi, serta startup digital Banoo.
Teknologi ini mampu menghasilkan gelembung mikro untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dan kualitas air, yang pada akhirnya mendorong produktivitas ikan nila secara signifikan.

