Pemerintah Bangun 104 Sekolah Rakyat untuk 100.000 Siswa Kurang Mampu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai membangun 104 Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah. Proyek tahap kedua ini ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran 2026/2027 dan akan menampung 100.000 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh Indonesia.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kami ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (16/10/2025).
Pekerjaan konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II sudah memasuki tahap lelang sejak September 2025. Total kapasitas yang disiapkan mencapai 112.320 siswa dengan 3.744 rombongan belajar (rombel), mencakup 1.872 rombel SD, 936 rombel SMP, dan 936 rombel SMA.
Setiap sekolah akan dibangun di atas lahan seluas 5 – 10 hektare (ha) dengan fasilitas, seperti ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan digital, kantin sehat, klinik siswa, lapangan olahraga, hingga area hijau.
Menurut Dody, pembangunan sekolah dirancang agar anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapat kesempatan pendidikan yang sama dengan kualitas baik.
“Desain bangunannya kami buat sehat, aman, dan inspiratif. Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat membentuk karakter dan keterampilan hidup,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif nasional yang menyediakan pendidikan gratis berasrama (boarding school) bagi anak-anak dari desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sebelumnya, Kementerian PU telah menyelesaikan pembangunan 165 Sekolah Rakyat Tahap I yang sudah dimanfaatkan sejak pertengahan 2025. Perinciannya, 63 sekolah tahap IA beroperasi sejak Juli, 37 sekolah tahap IB pada Agustus, dan 65 sekolah tahap IC pada September 2025.
"Dengan dimulainya tahap kedua, kami berharap program Sekolah Rakyat dapat menjadi tonggak pemerataan akses pendidikan bermutu di seluruh Indonesia," pungkas Dody.

