Kerja Aman, Produksi Jalan! Begini Cara PHI Jaga 'Safety' di Lapangan Migas
Poin Penting
●
PHI jalankan program FCO untuk memperkuat budaya keselamatan dan efisiensi kerja di lapangan migas.
●
FCO terbukti menurunkan risiko kecelakaan dan meningkatkan keandalan operasi sejak 2023.
●
Program ini menjadi contoh penerapan keselamatan bagi wilayah kerja migas lain di Kalimantan.
BALIKPAPAN, Investortrust.id – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), anak usaha Subholding Upstream Pertamina, memperkuat komitmennya terhadap keselamatan kerja melalui pelaksanaan program Full Cycle Observation (FCO) yang digelar pada awal Oktober 2025. Program ini menjadi strategi jangka panjang perusahaan untuk menekan angka insiden, menghilangkan potensi bahaya berulang, serta memperkuat budaya disiplin dan tanggung jawab di lingkungan kerja.
Program FCO merupakan inisiatif Direktur Pengembangan & Produksi Subholding Upstream (SHU) Pertamina yang dirancang untuk memastikan seluruh aktivitas operasional migas berjalan selamat, efisien, dan berkelanjutan. Tim FCO yang terdiri dari pekerja lintas regional dan zona SHU Pertamina melakukan observasi langsung di empat unit rig Lapangan Sangasanga, yang dikelola oleh afiliasi PHI, PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field.
Dalam kegiatan ini, tim menilai pelaksanaan prosedur kerja, kompetensi pekerja, serta kondisi peralatan di lapangan. Tujuannya untuk memastikan setiap proses operasional memenuhi standar keselamatan dan keandalan tinggi.
Senior Manager Sanga Sanga Field Sigid Setiawan menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut. “Keterlibatan pihak luar menjadi mata segar yang dapat menemukan potensi perilaku atau kondisi tidak selamat (unsafe act/condition),” ujar dia dalam keterangannya, Senin (13/10/2025).
Ia menambahkan, pihaknya siap memberikan waktu tambahan untuk perbaikan apabila ditemukan temuan yang bersifat kritikal sebelum pekerjaan dilanjutkan, guna menghilangkan potensi insiden di lapangan.
Sejak pertama diterapkan pada 15 Februari 2023, FCO terbukti efektif dalam menekan angka kecelakaan kerja dan meningkatkan kesadaran keselamatan di seluruh lini operasi. Berdasarkan data 2024, pelaksanaan FCO di lingkungan SHU Pertamina berkontribusi nyata dalam menurunkan risiko non-productive time (NPT) atau waktu henti operasi, sekaligus menjaga semangat kerja dan kepercayaan diri tim di lapangan.
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melaksanakan Program Full Cycle Observation (FCO) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kinerja keselamatan perusahaan. (Dok Pertamina Hulu Indonesia )Source: Dok Pertamina Hulu Indonesia
Berbagai hasil rekomendasi dari inspeksi well intervention juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam penerapan keselamatan kerja. Temuan minor seperti perbaikan walkway, grating, hingga penguatan sistem barikade menggunakan safety line menjadi bagian dari program berkelanjutan untuk menjaga standar keselamatan dan efisiensi operasional.
Budaya keselamatan
Selain menemukan area perbaikan, FCO juga berhasil mengidentifikasi sejumlah praktik positif di Lapangan Sangasanga. Contohnya, penggunaan slayer atau penutup kepala untuk melindungi pekerja dari panas matahari, pemasangan cover guyline guna mencegah risiko tersandung, serta housekeeping yang tertata rapi.
“Temuan-temuan ini mencerminkan semakin kuatnya budaya keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan kerja yang aman dan nyaman di setiap lini operasi,” kata Sigid.
Keberhasilan implementasi FCO di Sangasanga diharapkan menjadi benchmark bagi wilayah kerja migas lain di Kalimantan. Menurut Sigid, keberadaan Tim FCO memberikan perspektif baru dalam penerapan keselamatan dan efisiensi kerja di PHI Regional 3 Kalimantan. “Penerapan FCO merupakan wujud komitmen berkelanjutan PHI terhadap keselamatan dan keberlanjutan operasi migas nasional,” pungkasnya.
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi hulu migas di Regional 3 Kalimantan, mencakup Zona 8, 9, dan 10. Pada 2024, PHI mencatatkan produksi 58,4 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 621,2 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).