Indonesia International Sustainability Forum 2025 Sepakati 18 Perjanjian Investasi Senilai Rp278 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 sukses dihelat pada 10-11 Oktober 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Agenda ini merupakan kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK), serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Saya sangat bangga dengan kolaborasi antara Kadin, akademisi, pengusaha dengan pemerintah, yaitu dari Kemenko Bidang Infrastruktur dan juga Kementerian Investasi. Jadi, saya rasa ini sangat sukses," kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, saat ditemui usai penutupan acara, Sabtu (11/10/2025).
Menurut Anindya, penyelenggaraan ISF 2025 berhasil menarik lebih dari 10.000 pengunjung dengan menghadirkan 100-an pembicara. Bahkan ia menyebut dua per tiga dari pembicara yang hadir berasal dari luar negeri.
CEO PT Bakrie & Brothers Tbk itu mengungkap, pembahasan utama dalam ISF 2025 adalah mengenai komitmen Indonesia memimpin agenda dekarbonisasi global. Selain itu, ISF 2025 juga menyinggung perihal peluang transformasi penciptaan lapangan kerja baru.
Baca Juga
Kadin dan Pemerintah Satu Misi Gaungkan Investasi Hijau di ISF 2025
"Dan yang terakhir tadi sesinya ialah bagaimana untuk meningkatkan kapasitas daripada tenaga kerja yang ada dan tenaga kerja masa depan. Atau bisa dibilang green jobs atau green skills," ungkapnya.
18 Perjanjian Investasi Senilai Rp278 Triliun
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, mengungkap melalui ISF 2025 disepakati sebanyak 18 perjanjian investasi senilai Rp278 triliun atau setara dengan US$17,4 miliar.
Ia menguraikan, 18 perjanjian itu terbagi menjadi nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), letter of investment (LoI), hingga investment commitment.
Nurul Ichwan mengatakan, angka terbesar datang dari komitmen investasi untuk proyek waste to energi atau pengelolaan sampah menjadi energi listrik yang akan dilakukan di 33 kota seluruh Indonesia. Seperti diketahui, proyek ini nantinya akan dieksekusi oleh Danantara Indonesia.
"Ya selain Waste to Energy sebenarnya ada misalnya peningkatan kerjasama untuk capacity building, kemudian juga ada dari pembiayaan, ada juga yang dari renewable energy," ungkapnya.
Menurut Nurul Ichwan, salah satu catatan positif ISF 2025 kali ini adalah berhasil mengkolaborasikan akademisi dengan pemerintah, lembaga internasional, dan pelaku usaha yang bergerak di ekonomi hijau.
Ia pun mengatakan penyelenggaraan ISF 2025 menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmen yang konsisten terhadap isu keberlanjutan kepada dunia.
"Harapannya ini menjadi modal dasar kita untuk bisa menarik investasi, bekerjasama antara pelaku usaha dalam negeri dan juga dari asing bersama-sama dengan Danantara. Dan juga pembiayaan yang lain untuk bisa mengambil Indonesia menjadi tujuan investasi bagi global sustainability," jelas Nurul Ichwan.

