MRT Targetkan Pembangunan East–West Dimulai Semester II 2026, Tahap I Telan Investasi Rp 50 T
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan konstruksi proyek lintas Timur – Barat (East – West Line) dimulai pada semester II tahun 2026. Saat ini, persiapan dokumen tender dan market sounding proyek tersebut sedang dilakukan. Adapun tahap I proyek tersebut menelan investasi Rp 50 triliun.
Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina menyebutkan, skema pengadaan akan menggunakan guideline dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan estimasi pelaksanaan tender sekitar 10 – 12 bulan.
Baca Juga
“Untuk East–West Line itu target mulainya konstruksi insyaallah di tahun depan. Jadi berarti kurang lebih terjadi di semester II 2026 untuk mulai konstruksinya,” ungkap Weni saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025).
Tak tanggung-tanggung, Weni mengungkap ada sekitar 89 peserta offline dan 163 peserta online yang antusias untuk mengikuti tender atau lelang proyek MRT East – West Line ini.
Proyek ini akan didanai bersama antara JICA dan Asian Development Bank (ADB) dengan estimasi nilai investasi tahap I di trase Medan Satria – Tomang tidak kurang dari Rp 50 triliun. Adapun paket awal yang akan dilelang meliputi CP 100, CP 104, CP 105 untuk bagian underground section, serta CP 109.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, proyek mass rapid transit (MRT) Jakarta lintas Timur – Barat Fase I Tahap I akan berfokus pada rute Medan Satria – Tomang dan Tomang – Lippo Mall Puri.
Baca Juga
Tarif Rp 1 Berlaku di Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta pada 17 & 19 September 2025
“Tahun ini bicara pembahasan lahan dahulu yang mulai dari Medan Satria sampai ke Jakarta. Jadi tahap satu itu ada dua kegiatan. Pertama, Medan Satria sampai Tomang. Kedua, Tomang ke Mall Puri,” jelas Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Dirjen Intram), Kemenhub Risal Wasal beberapa waktu lalu.
Risal menambahkan, saat ini PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah menyusun studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk mengintegrasikan trase MRT Timur – Barat ke Stasiun Pasar Senen guna menata kawasan di wilayah tersebut.
“(MRT) East – West itu agak sedikit menggeser trase, akhirnya mendekati daripada stasiun kereta api Pasar Senen. Ya, mereka (MRT Jakarta) sedang mengkaji lagi untuk penggeseran stasiun tadi agar semakin mendekati integrasinya dengan stasiun kereta api Pasar Senen dan Terminal Senen,” ungkap dia.

