Pasok Hotel Bintang 5 Bali Meningkat, Wisatawan Asing Jadi Penopang
Poin Penting
|
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto menjelaskan, konsentrasi pasokan hotel di Ubud menawarkan pengalaman berbeda dibanding kawasan pantai. "Ubud didominasi hotel kelas menengah ke atas yang menawarkan lanskap dataran tinggi dan persawahan," katanya dalam virtual media briefing Property Market Q3 2025, Rabu (1/10/2025).
Berdasarkan data Colliers, hingga Juli 2025, jumlah wisman yang berkunjung ke Bali sudah mencapai 2,49 juta orang atau 62% dari target 4,67 juta orang hingga akhir tahun. Sementara, wisatawan nusantara (wisnus) baru tercapai 4 juta orang atau 56% dari target 5,83 juta orang.
Di Jakarta, pasokan hotel relatif stabil hingga 2028, dengan tambahan terbesar dari hotel bintang 4. Namun, okupansi hotel di Jakarta masih lebih rendah dibandingkan 2024, dipengaruhi turunnya pasar pemerintah sejak adanya instruksi efisiensi anggaran.
Baca Juga
Industri Perhotelan Jakarta Tertekan, 70% Pelaku Usaha Bakal PHK Massal Karyawan
"Jadi semuanya ini memang karena pasar dari pemerintah ini relatif rendah, terutama di awal tahun sejak ada instruksi efisiensi (anggaran), itu memang efeknya masih terasa sampai sekarang," jelas Ferry.
Colliers juga mencatat rata-rata tarif harian (average daily rate/ADR) di Jakarta dan Bali sepanjang Januari–Agustus 2025 justru meningkat. Kenaikan tarif didorong oleh permintaan dari korporasi swasta dan wisatawan independen, serta wisman di Bali.
"Dengan tingkat hunian yang memang turun karena (wisatawan) domestiknya juga turun, tapi jumlah wisatawan asingnya naik sehingga hotel itu bisa menjual kamar hotel itu lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Hal ini yang membuat hotel (Bali) itu lebih berani untuk men-charge harga yang lebih tinggi dibandingkan untuk wisatawan domestik," ujar Ferry.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, secara kumulatif Januari–Juli 2025, total kunjungan wisman ke Bali tercatat 3,98 juta orang atau naik 12,46% dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Kunjungan wisman ke Bali pada Juli 2025 paling banyak dilakukan oleh wisatawan berkebangsaan Australia 23,10%, Tiongkok (China) 8,56%, dan India 6,50%," kata Ketua Humas BPS Provinsi Bali Ari Kurnianto dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (1/10/2025).

