Menkeu Purbaya: Dana FLPP Akan Dialihkan Jika Penyerapan Rendah
Poin Penting
|
CILEUNGSI, investortrust.id — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan menarik kembali anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun depan apabila realisasi penyaluran pada 2025 tidak optimal. Dana tersebut rencananya dialihkan ke sektor lain yang lebih siap dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kalau tidak terserap 100%, ya uangnya kita ambil lagi. Kita alihkan ke program lain yang lebih siap. Supaya perputaran uang bisa lebih cepat memberikan dampak ekonomi," kata Purbaya kepada wartawan seusai menghadiri acara "Akad Massal Perumahan" di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025).
Baca Juga
111.258 Calon Debitur KPR FLPP Masih Tertahan di Bank, Mengapa?
Purbaya menyampaikan kebijakan ini sudah dikomunikasikan kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (Ara). Ia menegaskan tidak akan membiarkan dana subsidi perumahan mengendap tanpa manfaat optimal bagi masyarakat maupun perekonomian.
"Saya yakin Menteri Perumahan akan mempercepat realisasi, karena mereka tahu kalau uangnya tidak terpakai, akan saya tarik dan distribusikan ke program lain yang lebih siap," imbuh dia.
Sebelumnya, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho melaporkan capaian serapan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi tembus di 183.058 unit per 28 September 2025. Hal itu disampaikannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara akad massal 26.000 rumah subsidi di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Baca Juga
Tumbuh 78,6%, Outstanding Pembiayaan FLPP Bank Mega Syariah Rp 50 Miliar
"Bapak Presiden yang kami hormati, di tahun 2025 dapat kami laporkan hingga 28 September penyaluran KPR Subsidi FLPP telah mencapai 183.058 unit rumah atau 52,3% dari target 350.000 (unit) dengan total realisasi pembiayaan sebesar Rp 22,72 triliun," jelas Heru, Senin (29/9/2025).

