38 Ribu RTLH Mulai Direnovasi Oktober 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Sebanyak 38.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) akan mulai direnovasi pada Oktober 2025 melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur mengungkapkan, verifikasi terhadap 38.000 unit sudah selesai dilakukan. Dari total target 45.000 unit, seluruh verifikasi ditargetkan rampung pada pekan depan.
“Dari 45.000 verifikasinya sudah selesai 38.000. Jadi harapan kita minggu depan itu bisa verifikasi. Sudah mulai bisa di SKK,” kata Fitrah saat ditemui di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025).
Fitrah menjelaskan, penyaluran dana BSPS diperkirakan mulai dilakukan pertengahan Oktober 2025 secara bertahap. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.000 unit dibiayai dari anggaran Kementerian Sosial (Kemensos) yang difokuskan untuk segmen kemiskinan ekstrem.
Program BSPS tahun ini menyasar ke 24 provinsi, dengan jumlah RTLH terbanyak berada di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Adapun rinciannya, 14.539 unit berada di kawasan pesisir, 7.114 unit di perkotaan, dan 23.420 unit di pedesaan.
Baca Juga
Kementerian PKP Alokasikan Rp 9,93 T buat Renovasi RTLH Hingga Penataan Kawasan Kumuh
“Kalau pesisir yang paling banyak ada di Sulawesi, karena banyak kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil,” ucap Fitrah.
Total anggaran program ini mencapai Rp 850 miliar untuk 45.000 unit.
Setiap penerima manfaat akan mendapatkan modal Rp 20 juta per unit RTLH, terdiri atas Rp 17,5 juta untuk pembelian material dan Rp 2,5 juta untuk biaya tukang atau kuli proyek.
Fitrah menambahkan, pelaksanaan program sempat mengalami keterlambatan. “Masalahnya kita agak telat karena revisi, kemudian aturannya juga baru. Makanya agak telat,” pungkas dia.

