BOPPJ Gaet CITIC China untuk Bangun Giant Sea Wall
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) berupaya menggaet China International Trust Investment Corporation (CITIC Group) sebagai investor pembangunan tanggul laut raksasa alias Giant Sea Wall (GSW) untuk melindungi pantai utara Jawa dari banjir rob.
Kepala BOPPJ, Didit H Ashaf telah menggelar audiensi dengan para petinggi CITIC Group guna membuka peluang investasi pembangunan proyek prestisius tersebut.
"Dengan kerja sama investasi internasional, pembangunan tersebut diharapkan menjadi pengungkit bagi ketahanan pesisir, perlindungan masyarakat, serta penguatan ekonomi termasuk ekonomi biru di masa depan," kata Didit dalam akun resmi Instagram @didit.ashaf, dikutip Sabtu (27/9/2025).
Baca Juga
CITIC Group merupakan konglomerat milik negara China yang didirikan pada 1979 oleh Rong Yiren atas persetujuan Dewan Negara Republik Rakyat China (RRC).
CITIC Group dibentuk untuk menjadi pintu masuk investasi asing, sekaligus memperkenalkan teknologi dan praktik manajemen internasional ke China. Sejak itu, CITIC berkembang menjadi grup usaha dengan portofolio bisnis yang luas.
Saat ini, CITIC beroperasi di sektor jasa keuangan, investasi, real estat, sumber daya dan energi, hingga manufaktur. Pada 1982, CITIC mencatat sejarah dengan menerbitkan obligasi valuta asing pertama China dalam denominasi yen.
CITIC Group, melalui entitas usahanya, CITIC Limited, melaporkan pendapatan konsolidasi sebesar 368,8 miliar yuan dengan laba bersih 59,8 yuan miliar sepanjang paruh pertama 2025.
CITIC juga memperkuat strategi finance for tech dengan mengintegrasikan pembiayaan ekuitas, obligasi, dan asuransi untuk mendukung perusahaan berbasis teknologi. Selain itu, sektor robotika, konsumsi, dan pembangunan perkotaan baru menjadi bagian dari prioritas pengembangan.
Sejumlah proyek inovasi sudah berjalan, antara lain pengembangan pabrik pintar CITIC Dicastal di Maroko yang mendapat pengakuan Lighthouse dari World Economic Forum, serta peningkatan kapasitas produksi aluminium dan komponen logam di China.
Baca Juga
AHY Prioritaskan Giant Sea Wall untuk Jaga Industri Strategis dari Rob
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya menegaskan urgensi pembangunan GSW di pantai utara (pantura) Jawa.
AHY menyampaikan, kawasan pantura yang membentang sekitar 480 km dan melintasi lima provinsi menghadapi ancaman serius berupa penurunan muka tanah dan banjir rob. "Ada urgensi untuk kita segera melakukan pembangunan dalam rangka melindungi Pantura Jawa," kata AHY di Jakarta, Kamis (25/9/2025) lalu.
Menurut AHY, pembangunan tanggul laut raksasa diperlukan tidak hanya untuk melindungi masyarakat di pesisir, tetapi sebagai kawasan industri strategis dan kawasan ekonomi khusus (KEK).

