Perang Harga Smartphone Mid-Low Makin Panas, Transsion Tantang Merek Besar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Persaingan smartphone kelas menengah bawah (mid-low) di Indonesia semakin sengit. Produsen asal China kian agresif menurunkan harga untuk menguasai segmen yang dikenal sebagai pasar terbesar di Tanah Air.
SEA Regional Director Itel, William Chen, menyatakan optimistis strategi tersebut akan membawa perusahaannya masuk lima besar merek smartphone di Indonesia pada tahun depan. “Kami targetkan bisa masuk big five di tahun depan. Fokus kami menghadirkan teknologi terbaru dengan harga yang benar-benar terjangkau,” ujarnya di Jakarta, Rabu (24/9/2025).
Baca Juga
Itel baru saja meluncurkan Super 26 Ultra di kisaran Rp2 jutaan, menyasar anak muda yang menginginkan fitur unggulan dengan harga hemat. Chen menegaskan meski Itel berada dalam satu grup Transsion bersama Infinix dan Tecno, masing-masing brand tetap memiliki strategi dan keunggulan kompetitif.
“Kami selalu membawa teknologi terbaru dengan harga kompetitif. Itulah kekuatan utama kami,” tambah Chen.
Pasar Mid-low
Menurut analis smartphone sekaligus Senior Consultant SEQARA Communications, Aryo Meidianto, segmen mid-low menjadi penopang utama pertumbuhan industri berkat jumlah pengguna yang masif. Strategi Transsion melalui Infinix, Itel, dan Tecno dinilai sukses menjangkau konsumen yang mengutamakan kombinasi harga dan spesifikasi.
“Dominasi Transsion cukup kuat di segmen ini berkat strategi harga agresif dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal,” jelasnya kepada investortrust.id, Jumat (26/9/2025).
Baca Juga
Harga Wajar Saham Merdeka Gold (EMAS) Rp 7.900! Begini Perhitungannya
Aryo menambahkan, kondisi ini menekan pemain besar seperti Samsung, Oppo, Realme, dan Vivo. “Mereka harus menjaga margin keuntungan sekaligus menarik minat konsumen. Pasar mid-low yang fokus pada spek dan harga akan makin sulit dimenangkan,” paparnya.
Meski demikian, brand besar masih punya peluang lewat inovasi teknologi, kekuatan ekosistem, dan kepercayaan merek. Aryo juga mengingatkan konsumen untuk tidak hanya terpaku pada harga murah atau spesifikasi tinggi, tetapi juga mempertimbangkan kualitas kamera, daya tahan perangkat, kebijakan update software, dan nilai jual kembali.
Baca Juga
Blibli XPO 2025 Hadirkan Tren 'Smartphone' dan Teknologi AI Terbaru
“Harga murah penting, tapi pengalaman pengguna dan dukungan jangka panjang juga wajib diperhatikan,” tegasnya.
Dengan semakin ketatnya persaingan, tahun 2026 diprediksi menjadi momen penentuan siapa yang akan menguasai segmen mid-low Indonesia—pasar terbesar yang kini jadi arena rebutan raksasa smartphone global.

