Dihadiri Prabowo, Peluncuran KUR Perumahan Rp 130 Triliun Kemungkinan di Surabaya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengatakan, kredit usaha rakyat (KUR) perumahan senilai Rp 130 triliun akan diluncurkan pada Oktober 2025.
“Rencananya bulan depan, waktunya menyesuaikan Presiden (Prabowo Subianto). Salah satu alternatif lokasi peluncuran adalah Jawa Timur, Surabaya,” ungkap Ara, sapaan akrab Maruarar, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (24/9/2025) malam.
Ia menjelaskan, Jawa Timur dipilih sebagai opsi utama karena memiliki jumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM), kontraktor, pengembang, toko bangunan, hingga homestay yang cukup besar.
“Kenapa Jawa Timur? Itu daerah yang sangat besar dan jumlah UMKM, kontraktor, developer, toko pembangunan, homestay yang menjadi target marketnya juga sangat besar ya. Jadi kita kan juga ingin yang besar ya jumlahnya supaya serapannya (KUR perumahan) menjadi besar,” jelas Ara.
Penyaluran KUR perumahan senilai Rp 130 triliun ditargetkan mulai berjalan pada akhir September 2025. Kementerian PKP memastikan aturan teknis sudah rampung dan tinggal menunggu regulasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati mengatakan, Peraturan Menteri (Permen) PKP Nomor 13 Tahun 2025 serta petunjuk teknis (juknis) KUR perumahan sudah diterbitkan. “Informasinya sudah ditandatangani Kementerian Keuangan, tinggal menunggu perundangannya. Kalau sudah selesai, bisa langsung dijalankan,” kata Sri beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, setelah regulasi final, pemerintah akan meneken perjanjian kerja sama (PKS) dengan bank penyalur. Penyalur KUR perumahan mencakup bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara), bank swasta, bank pembangunan daerah (BPD), hingga koperasi, dengan total 46 lembaga.
Sri menambahkan, petunjuk teknis (juknis) yang disusun mengatur mekanisme pengajuan, pemanfaatan dana, serta hal-hal teknis lain yang tidak diatur dalam Permen PKP. “Sekarang berjalan paralel. Begitu regulasi selesai, kami langsung bisa jalan,” ujar dia.
Pemerintah menargetkan penyaluran KUR perumahan dapat dioptimalkan di sisa 2025, sejalan dengan arahan Menteri PKP untuk mempercepat realisasi program dengan dana jumbo ini.

