Pabrik Bioetanol di Merauke Ditargetkan Rampung 2027, Bisa Produksi 3 Juta Ton
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, kelanjutan proyek pabrik bioetanol di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, terus berlangsung. Pembangunan pabrik ditargetkan selesai pada 2027.
Proyek ini sejatinya masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada Juli 2024, Presiden keenam Joko Widodo (Jokowi) melakukan penanaman tebu perdana di lokasi sebagai tanda dimulainya proyek dalam rangka mewujudkan swasembada gula dan pengembangan bioetanol.
“Untuk di Merauke, ini untuk bioetanol, ini kan juga sudah dilakukan, ini proses untuk penanaman oleh Presiden Jokowi tempo hari dan juga ini untuk pembangunan pabrik diharapkan bisa selesai tahun 2027. Ini sudah berproses,” kata Wamen ESDM Yuliot Tanjung di sela acara Investortrust Green Energy Summit (IGES) 2025 di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga
Energi Bersih dari Desa! Bioetanol Aren Garut Jadi Senjata Baru Menuju NZE
Yuliot menyampaikan, pembangunan pabrik bioetanol di Merauke telah memberi manfaat kepada masyarakat sekitar dengan terbukanya lapangan kerja baru. Disebutkan, ada lebih dari 3.000 tenaga kerja yang sudah terserap dengan hadirnya proyek ini.
“Jadi kita mengharapkan pembangunan pabrik yang pertama ini berjalan lancar karena masyarakat juga, mereka kan bekerja di kebun dan dalam rangka penyiapan. Itu kan total tenaga kerja yang sudah terserap lebih dari 3.000 tenaga kerja yang sudah bekerja di situ,” ucap dia.
Pemerintah berharap, pembangunan pabrik bioetanol ini dapat menjadi fondasi dalam swasembada energi sekaligus transisi energi. Ditargetkan, pabrik ini bakal memproduksi sekitar 3 juta ton.
“Kapasitas produksi karena pembangunan bertahap, jadi kalau nggak salah total keseluruhan itu kan kita menargetkan produksi itu kan sekitar 3 juta ton. Ini kan dilakukan secara bertahap. Jadi tahapannya kita melihat proses perizinan dan juga pembangunan pabriknya,” sebut Yuliot.
Baca Juga
Harga Indeks Pasar Bioetanol Oktober 2024 Turun Rp 794, Jadi Rp 14.144 per Liter
Proyek pembangunan pabrik ini dikerjakan oleh PT Global Papua Abadi (GPA) dengan lahan garapan mencapai 2 juta hektare (ha). Proses pembangunan pabrik ini sejalan dengan proyek pemerintah untuk swasembada pangan.
Bioetanol merupakan bahan bakar yang diproduksi dari biomassa melalui proses fermentasi. Kehadirannya dianggap strategis karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Di sektor energi, bioetanol digunakan sebagai campuran bensin sehingga membantu mengurangi emisi gas buang dan ketergantungan pada energi fosil.

