Bahlil Minta Investasi Gula dan Bioetanol di Merauke Libatkan Masyarakat Lokal
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia kembali menegaskan pentingnya pelibatan masyarakat lokal dalam proyek investasi industri gula di Kabupaten Merauke, Papua. Investasi tersebut melibatkan investor dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.
“Saya katakan bahwa boleh kita masuk investasi di sana, tapi kita harus pastikan hak-hak daerah. Hak-hak daerah kita perhatikan, pelepasan (tanah) adat kita perhatikan. Dan harus ada orang daerah yang ikut dalam usaha tersebut,” kata Bahlil dalam keterangan resminya, Kamis (16/5/2024).
Sebelumnya, pada tanggal 19 April 2024, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2024 tentang Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Pembentukan Satgas tersebut bertujuan mempercepat investasi perkebunan terintegrasi dengan industri gula, bioetanol, dan pembangkit listrik biomassa di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Menindaklanjuti beleid tersebut, pemerintah akan mengembangkan perkebunan tebu terintegrasi dengan industri gula dan bioetanol seluas 2 juta hektare di Kabupaten Merauke.
Baca Juga
Prabowo Patok Pertumbuhan Ekonomi 8%, Sektor Ini Jadi Unggulan
Bahlil juga memaparkan skema kemitraan inti plasma yang nantinya akan diterapkan dalam pengembangan perkebunan tebu terintegrasi di Kabupaten Merauke. Dalam skema tersebut, perusahaan inti bertugas membantu plasma mengembangkan perkebunan yang dikelola oleh masyarakat.
Dukungan tersebut dapat berupa pembiayaan, bantuan teknologi, dan berbagai pembinaan lainnya, agar plasma mendapatkan hasil panen yang akan diolah oleh investor. Langkah ini harus dilakukan agar industri dan masyarakat setempat dapat maju bersama-sama.
“Supaya tidak ada (perusahaan) intinya maju, tapi plasmanya mati. Biasanya kita punya sawit kan seperti itu. Inti hidup, plasma mati,” kata dia.
Bahlil mengatakan keberhasilan skema inti-plasma tersebut akan memberikan manfaat bagi berbagai pihak. “Kepentingan nasional terwujud, ketahanan pangan. Investasinya berkembang, dapat untung. Tapi masyarakat lokal dan daerah juga mendapatkan bagian. Tidak boleh diabaikan. Ini satu kesatuan,” ujar dia.

