Indonesia Tegaskan Komitmen Jadi Pemimpin Global dalam Transisi Energi Panas Bumi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara resmi membuka The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Momentum ini menandai langkah strategis Indonesia dalam memperkuat posisi sebagai pemimpin global energi bersih, khususnya panas bumi (geotermal).
Bahlil mengatakan, acara ini sangat penting dan mempunyai makna strategis. Pasalnya, konsensus Paris Agreement (Perjanjian Paris) untuk mendorong net zero emission (NZE) ini adalah sesuatu yang penting dalam rangka menyelamatkan bumi ke depan.
Baca Juga
Telan Investasi Rp 3,9 T, PLTP Blawan Ijen Unit 1 (MEDC) Jadi Pembangkit Geotermal Pertama di Jatim
“Kita hidup tidak hanya untuk kita saja, tetapi juga untuk anak cucu kita, karena itu, saya pikir bahwa setiap negara, setiap pemerintahan pasti akan melakukan optimalisasi terhadap seluruh potensi yang dimiliki, sekali pun kita tahu bahwa kondisi ekonomi global sekarang tidak menentu,” kata Bahlil dalam sambutannya, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Bahlil menegaskan bahwa Indonesia terbuka untuk berkolaborasi dengan negara lain dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT), termasuk geotermal. Apalagi pemerintah menargetkan pengembangan EBT sebesar 42,6 gigawatt (GW) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
“Indonesia terbuka untuk berbagi pengalaman, teknologi, dan praktik terbaik dengan negara-negara sahabat. Mari kita bersama memimpin revolusi energi bersih, demi ekonomi yang tangguh dan warisan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ucap Bahlil.
Mengusung tema “Fostering Collaboration for a Green Economy in Indonesia: The Role of Geothermal Energy in Sustainable Growth”, IIGCE 2025 diselenggarakan oleh Indonesian Geothermal Association atau Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API).
Ketua Umum API Julfi Hadi menegaskan, panas bumi adalah satu-satunya energi terbarukan yang bisa beroperasi 24 jam secara stabil dengan faktor kapasitas di atas 90%. Karakteristik ini menjadikan panas bumi fondasi ideal untuk sistem energi bersih tangguh dan berkelanjutan.
Baca Juga
Dari Hidrogen Hijau hingga Geotermal, Pertamina-ACWA Power Saudi Buka Jalan Ekonomi Rendah Karbon
“Lebih dari itu, panas bumi merupakan tulang punggung transisi energi Indonesia sekaligus pilar menuju swasembada energi yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” kata Julfi Hadi.
IIGCE 2025 menghadirkan lebih dari 15 pembicara internasional, termasuk CEO perusahaan global, menteri energi dari berbagai negara, dan peneliti terkemuka. Selain itu, acara menampilkan 150 perusahaan pameran internasional, forum investasi dengan potensi transaksi hingga US$ 2 miliar, serta peluncuran lima proyek geotermal strategis nasional.
Acara ini diproyeksikan menciptakan 50.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung hingga 2030 serta menghemat devisa hingga US$ 3,2 miliar per tahun dari substitusi impor bahan bakar fosil.
Dengan kehadiran delegasi dari 22 negara, IIGCE 2025 memperkuat posisi Indonesia sebagai hub utama kebijakan dan teknologi geotermal dunia. Forum ini juga meluncurkan Indonesia Geothermal Excellence Center, pusat riset dan pengembangan geothermal di Asia-Pasifik.

