Pemerintah Alokasikan Rp 1,34 Triliun untuk Ubah Wajah 65 Kampung Nelayan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan program prioritas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) resmi mulai dibangun. Pada tahap I, program ini menyasar 65 lokasi pesisir pada 2025 dengan anggaran Rp 1,34 triliun
Ketua Tim Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Trian Yunanda memastikan, pelaksanaan program ini untuk mendukung peningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan sarana prasana perikanan dari hulu sampai hilir.
“Kami sampaikan bahwa sudah terbit Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 55 tahun 2025, per 3 September 2025, dan telah ditetapkan 65 lokasi untuk tahap I dari 100 lokasi, yang insyaallah kita akan bangun dalam kurang lebih 3,5 bulan dari hari ini. Ini mudah-mudahan nanti per 2 Desember 2025, 65 lokasi ini sudah selesai,” kata Trian dalam konferensi pers di kantor KKP, Jakarta, Senin 915/9/2025).
Dia menerangkan, pembangunan KNMP tahap I 2025 ini memakan anggaran sebesar Rp 1,34 triliun. Pihaknya sedang mengajukan anggaran ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk pembangunan tahap II sebanyak 35 kampung lainnya, sehingga target 100 KNMP pada 2025 dapat tercapai.
Baca Juga
Seskab: Prabowo Gelar Ratas di Halim Bahas Pangan hingga Kampung Nelayan
Kebutuhan investasi untuk pembangunan KNMP sebesar Rp 22 miliar per lokasi, atau sebesar Rp 2,2 triliun untuk total 100 lokasi di tahun 2025. Saat ini dana investasi untuk pembangunan 65 KNMP di tahap I sebesar Rp 1,34 triliun sudah disetujui Kemenkeu.
Pembangunan KNMP mencakup sarana dan prasarana produksi, balai pelatihan dan pelaksanaan pelatihan, serta pusat UMKM dan pasar ikan. Beberapa perincian bangunannya, seperti dermaga, gedung beku, pabrik es, balai pelatihan, shelter coolbox, sentra kuliner, stasiun pengisian bahan bakar minyak khusus nelayan, ruang ibadah, tempat pengelolaan sampah, bengkel kapal, hingga kantor pengelolaan.
"Selain pembangunan fisik, social engineering juga dilakukan untuk pengembangan sumber daya manusia, koperasi, kewirausahaan, termasuk kelengkapan sertifikasi, standarisasi dan perizinan,” ujar Trian.
Dia menjelaskan, langkah ini dilakukan agar masyarakat pengelola memiliki kemampuan pengelolaan fasilitas yang ada, serta mampu mengembangkan usaha yang dijalankan menjadi berkelanjutan.
Baca Juga
“Program ini bukan hanya membangun sarana prasana, tetapi bagaimana mengubah wajah kampung nelayan yang selama ini dikenal sebagai kantong-kantong kemisikan menjadi lebih produktif, modern, dan berdaya saing,” tegas dia.
Pembangunan di setiap lokasi KNMP direncanakan akan memakan waktu sekitar 3,5 bulan untuk tahap pertama. Hasil program ini juga diplot untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui produk kelautan perikanan.

