300 Vendor Bertemu di Forum Sinergi Kalimantan, PHI Dorong TKDN
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), bagian dari subholding upstream Pertamina, sukses menggelar supplier engagement regional 3 bertajuk Sinergi Kalimantan dengan tema “Empowering Collaboration, Delivering Excellence.” Acara ini mempertemukan lebih 300 peserta, mulai penyedia barang/jasa, fungsi perencana, pengguna Zona 8, 9, dan 10, hingga pemangku kepentingan strategis sektor hulu migas dengan mengedepankan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Program Sinergi Kalimantan yang diinisiasi fungsi supply chain management (SCM) regional 3 menjadi forum komunikasi sekaligus sosialisasi kebijakan terbaru. Tujuannya mendorong pemahaman bersama, memperkuat digitalisasi pengadaan barang dan jasa, serta meningkatkan partisipasi vendor dalam ekosistem digital Pertamina.
Baca Juga
Rilis Laporan Keberlanjutan 2024, PHI Bikin Emisi Terkendali hingga Dampak Sosial Maksimal
VP Business Support Regional 3 PHI Farah Dewi menjelaskan, forum ini mencerminkan komitmen perusahaan menjaga hubungan strategis dengan mitra kerja. “Di PHI, kami percaya hubungan yang harmonis dengan perusahaan mitra akan mendorong kelancaran operasi hulu migas, yang penting dalam mendukung penyediaan energi nasional,” ujar dia dalam keterangannya, Senin (8/9/2025).
Farah menambahkan, kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi erat dengan fungsi SCM Zona 8, 9, dan 10. Selain sesi sosialisasi, acara juga menghadirkan sesi coaching untuk penguatan kapasitas mitra sekaligus memberikan apresiasi atas kontribusi nyata mereka dalam mendukung kelancaran pengadaan barang dan jasa di Regional 3.
Sinergi untuk ketahanan energi
VP SCM Subholding Upstream Pertamina Bongbongan Tampubolon menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak. “Bisnis hulu migas yang didukung SKK Migas adalah penopang penting bagi bangsa ini. Sinergi regulator, perusahaan, dan penyedia barang/jasa menjadi kunci keberlanjutan,” kata Bongbongan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari SKK Migas, Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur, PT Surveyor Indonesia, dan manajemen PHI. Materi mencakup amendemen PTK 007, perhitungan TKDN, pencegahan fraud, tata kelola perusahaan, hingga penguatan implementasi Contractor Safety Management System (CSMS) dan digital procurement system. Peserta juga memperoleh akses ke Pojok Asistensi Supplier Regional 3 (KASTURI) untuk coaching langsung terkait isu-isu pengadaan.
Sebagai bentuk apresiasi, PHI memberikan penghargaan Best Vendor 2025 kepada enam penyedia terbaik berdasarkan kinerja barang, jasa, verifikasi TKDN, CSMS, dan pemanfaatan IOG e-commerce. Momentum ini juga ditandai penandatanganan project charter budaya Akahlak oleh General Manager Zona 8, 9, dan 10 bersama enam mitra kerja terpilih, sebagai komitmen penguatan tata nilai perusahaan.
Baca Juga
PHI Sukses Pacu Produksi Migas Lampaui Target Semester I 2025
Melalui Sinergi Kalimantan, PHI menegaskan forum ini akan menjadi wadah berkelanjutan untuk kolaborasi dengan mitra kerja. Dengan sinergi solid, perusahaan optimistis dapat meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas layanan, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan.
PHI mengelola operasi hulu migas di Regional 3 Kalimantan, mencakup Zona 8, Zona 9, dan Zona 10 sesuai prinsip environmental, social, and governance (ESG). Pada 2024, PHI mencatatkan produksi 58,4 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 621,2 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

