Kolaborasi Buddha Tzu Chi dan Kadin, 66 Warga Johar Nikmati Rumah Baru Lebih Layak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sebanyak 66 unit rumah dari total 500 rumah yang menjadi target Program Berbenah Kampung di Kecamatan Johar Baru, Jakarta, selesai direnovasi. Program ini merupakan kegiatan renovasi rumah tidak layak huni yang dilaksanakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi dengan dukungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Demikian disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait saat menghadiri serah terima kunci tahap II Program Berbenah Kampung di Kecamatan Johar Baru, Jakarta, Minggu (31/8/2025) malam.
Dikatakan Maruarar, renovasi ratusan rumah tersebut ditargetkan selesai sebelum Lebaran 2026.
Baca Juga
Dana Bedah Rumah Jadi Ladang Korupsi, Ara Siapkan Aturan dan Libas Oknum
"Pesan saya untuk terus dikawal pelaksanaannya di lapangan agar tepat waktu. Ini merupakan program gotong-royong renovasi merah putih yang tidak pakai uang negara, untuk di sini dari Yayasan Buddha Tzu Chi, ada juga lainnya dari Kadin, dan beberapa CSR perusahaan lain di wilayah lain," kata Ara, sapaan akrab Maruarar, dalam keterangannya Minggu (31/8/2025).
Program Berbenah Kampung di Johar Baru dijalankan secara gotong royong tanpa menggunakan dana negara, dengan dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kadin Indonesia, serta sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR).
Baca Juga
Geger Korupsi Bedah Rumah Sumenep Terbesar se-Indonesia, Ketua Banggar DPR Geram
Sebelumnya, Menteri PKP menyebutkan, renovasi sebanyak 700 unit rumah tak layak huni (RTLH) di Kecamatan Johar Baru mulai dilaksanakan pada Selasa (15/4/2025).
“Hari Selasa (15/4/2025), kita mulai melakukan bedah rumah, renovasi rumah yang di Johar Baru. Dengan 500 (rumah) dari Buddha Tzu Chi, Pak Aguan cs, dan 100-200 (rumah) dari Kadin," kata Ara beberapa waktu lalu.
Ara menyampaikan, pihaknya juga berencana membedah RTLH di Provinsi Jawa Barat dan Banten. “Kemudian saya akan bergerak ke Jawa Barat dan Banten, untuk CSR itu kan semuanya tidak ada yang menggunakan uang negara, semuanya dengan memakai (uang) perusahaan,” tutup dia.

