Sapi Merah Putih Diproyeksi Bisa Dongkrak Produksi Susu Nasional dalam 5 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Moosa Genetika Farmindo, atau Moosa Genetics, dan IPB University mengembangkan sapi Merah Putih. Sapi ini dikembangkan untuk mendukung swasembada susu nasional.
“Data di lapangan menunjukkan bahwa sapi Merah Putih ini punya potensi menghasilkan susu 2,3 kali lipat lebih banyak daripada sapi-sapi normal Indonesia,” kata CEO Moosa Genetics Deddy Kurniawan di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Deddy menjelaskan, dengan simulasi penerapan sapi Merah Putih di seluruh peternakan rakyat, produksi susu Tanah Air dapat terdongkrak tiga kali lipat. Sebagai gambaran, produksi susu dari peternakan rakyat pada 2023 mencapai 0,83 juta ton. Artinya, akan ada 2,52 juta ton susu nasional atau 55,6% total kebutuhan susu sapi nasional.
“Potensinya, kita bisa melakukan produksi susu tiga kali lipat lebih banyak secara nasional dalam lima tahun,” ujar dia.
Meski demikian, terdapat tantangan dalam menerapkan pengembangan ini. Sebab, pemerintah perlu menebar ratusan ribu sapi Merah Putih ke peternak rakyat.
Baca Juga
Sapi Merah Putih, Inovasi Genetika Menuju Swasembada Susu Nasional
Berdasarkan data yang dipaparkan Moosa, populasi sapi perah di Indonesia mencapai 540.000 ekor. Dari total tersebut, 54.000 ekor dimiliki peternak menengah. Sementara itu, 54.000 ekor lainnya dimiliki peternak besar. Sisanya 80% atau 432.000 ekor milik peternak rakyat.
“Artinya sekitar 400.000 ekor sapi perah Indonesia harus kita screening,” ujar dia.
Proses seleksi tersebut menggunakan standar Indonesia Genomic Breeding Value (IGBV). Dengan standar ini, pembudidaya sapi dapat mengetahui kualitas sapi perah yang dimilikinya.
Deddy mengatakan proses screening ini membutuhkan biaya sekitar Rp 2 juta per ekor. Proses seleksi dilakukan sekali selama masa hidup sapi.
Untuk menjangkau pembiayaannya, Deddy mengatakan peternak atau koperasi susu bekerja sama dengan lembaga pemberi kredit, misalnya perbankan. Biaya seleksi itu menurutnya cukup bersaing mengingat sapi Merah Putih akan mendongkrak pendapatan petani rakyat hingga 2,3 kali lipat.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Teguh Sambodo mengatakan proses penebaran sapi Merah Putih dapat masuk dalam proyek strategi nasional (PSN) yang masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 berkaitan dengan peningkatan produksi daging dan susu. Sementara, sapi perah unggul yang dikembangkan melalui metode genetik dapat ditetapkan melalui revisi atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
“Kemudian peraturan menteri pertanian (Permentan) yang akan menetapkan jenis benih ternak apa yang dapat digunakan oleh petani,” kata Teguh.
Selain itu, Teguh menjelaskan pengembangan riset sapi Merah Putih ini juga dapat masuk melalui Balai Besar Inseminasi Buatan yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat dan Singosari, Malang.
Sementara itu, untuk screening, Teguh menyampaikan metode baru ini dapat menjadi bahan pengkayaan regulasi yang akan dikeluarkan.

