Perusahaan Susu Global Ini Ajak Peternak Sapi Lokal Kembangkan Peternakan Berkelanjutan
JAKARTA, Investortrust.id – PT Frisian Flag Indonesia (FFI), sebagai bagian dari FrieslandCampina, memperkuat kemitraan strategis dan menggelar inisiatif pelatihan bagi para peternak sapi perah lokal Indonesia.
Inisiatif kemitraan dan pelatihan bagian dari Dairy Development Program (DDP) ini bertujuan untuk mengimplementasikan good dairy farming practices (GDFP) dan memberdayakan peternak lokal untuk menjalankan praktik peternakan sapi perah yang berkelanjutan.
“Praktik peternakan sapi perah yang berkelanjutan sejalan dengan visi Nourishing Indonesia to Progress untuk memajukan Indonesia yang sehat, sejahtera, dan selaras. Melalui kemitraan yang kami lakukan dengan para peternak sapi perah lokal, kami memberdayakan mereka untuk menerapkan praktik peternakan yang ramah lingkungan, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar mereka,” kata Akhmad Sawaldi, Head of DDP PT Frisian Flag Indonesia.
Menurut Akhmad, hingga saat ini, Frisian Flag Indonesia sudah bermitra dengan 22 koperasi/kelompok peternak besar peternak sapi perah yang menaungi kurang lebih 30.000 peternak lokal.
Salah satu program kemitraan yang menuai sukses adalah Dairy Village, yang merupakan bagian dari proyek Dairy4Development yang digarap bersama mitra Bless Dairies (Belanda), Agriterra (Belanda), Stichting Dienst Landbouwkundig Onderzoek (Wageningen UR Livestock Research, Belanda), KPSBU Lembang (Indonesia), dan KPBS Pangalengan (Indonesia). Proyek Dairy Village ditujukan untuk mereformasi industri peternakan susu segar Indonesia dengan praktik peternakan berkelanjutan, serta meningkatkan produksi dan kualitas susu.
“Melalui peningkatan kapasitas, pembangunan infrastruktur pengumpulan susu, serta pengembangan dan pengenalan program pelatihan dan pengujian inovasi, kami membangun masa depan yang lebih cerah untuk peternakan susu berkelanjutan,” ujar Akhmad.
Program Dairy Village yang diinisiasi pada 2013 mengembangkan desa sebagai hub swasta dengan 5-10 peternak dan sapi-sapi mereka yang bergabung di satu lokasi. Hub atau desa ini akan memberikan layanan konsultasi profesional kepada para peternak sekaligus bertindak sebagai tempat pengumpulan susu dengan unit pendingin, dengan kualitas susu akan diuji dan didinginkan.
Baca Juga
80% Tergantung Impor, Susu Sapi Peternak Dibuang karena Pabrik Kurangi Pembelian
Pengorganisasian semacam ini sangat sesuai dengan situasi lokal di Indonesia dan memungkinkan para mitra untuk mengorganisir berbagai intervensi seefisien mungkin. Selain itu, kelompok peternak dapat dilatih secara bersamaan dan belajar satu sama lain. Melalui program ini, para peternak berhasil mencapai produktivitas susu segar 20 kg per sapi per hari dengan jumlah mikroorganisme (TPC) lebih kecil dari 100.000 cfu/ml.
Kamaludin, peternak Dairy Village mengemukakan bahwa program Dairy Village telah memperluas pengetahuan beternak sapi perah termasuk seputar kesehatan sapi, serta bagaimana memberikan pakan yang tepat, dan mengelola kandang sesuai standar. Menurutnya pelatihan dan workshop yang diberikan telah membuka pola pikir dan membantu membentuk kebiasaan dan rutinitas baru yang dirasakan manfaatnya berupa peningkatan kualitas dan produktivitas, yang ujungnya berdampak pada perbaikan pendapatan.
“Hal ini turut mencakup perubahan cara kami mengolah limbah kotoran sapi dengan separator, yakni dipisahkannya kotoran antara padatan dan cairan. Hasil dari pengolahan ini kami gunakan sebagai pupuk untuk pembudidayaan bibit buah naga dan kurma,” kata Kamaludin.
Inisiatif program kemitraan strategis lain yang di lakukan FFI untuk program keberlanjutan yang juga mengadopsi praktik berkelanjutan yang dilakukan oleh peternak Belanda, adalah pengelolaan kotoran sapi. Bekerja sama dengan PT Jawa Power, FFI telah membangun pembuatan fasilitas unit biogas yang dapat dimanfaatkan peternak untuk mengelola kotoran sapi menjadi sumber energi terbarukan. Fasilitas unit biogas dapat membantu mengurangi emisi pengurangan berupa gas metana dan CO2 ke atmosfer. Tahun 2023 inisiatif ini dirintis dengan memberikan fasilitas unit biogas kepada 25 peternak, yang totalnya mampu mengurangi 75ribu kg CO2 ekuivalen jejak karbon dalam setahun.
Pada Juni lalu, FFI dan PT Jawa Power menambah 50 fasilitas unit biogas dan menggandeng salah satunya Koperasi Setia Kawan, Pasuruan, Jawa Timur. Dengan demikian, ada lebih banyak peternak sapi perah lokal yang bisa mendapatkan manfaat dari pengelolaan ini, termasuk sebagai alternatif bahan bakar untuk memasak, menggantikan gas LPG yang selama ini digunakan. Manfaat tambahan lainnya adalah penggunaan ampas kering dari pengelolaan kotoran sapi menjadi pupuk organik.
Program ini merefleksikan visi ‘Nourishing a Better Planet’ dari FrieslandCampina yang diterapkan juga oleh FFI dalam kegiatan-kegiatan lainnya di Indonesia, termasuk mempraktikkan prinsip keberlanjutan di pabrik-pabrik FFI dalam memproduksi produk-produk susu bernutrisi bagi setiap tahap kehidupan. Di pabriknya yang baru di Cikarang, FFI menerapkan inovasi ramah lingkungan di seluruh rantai produksi di antaranya penggunaan boiler biomassa untuk pembangkit listrik tenaga uap, fasilitas daur ulang air limbah untuk pengelolaan air, dan sistem atap panel surya.

