Seres Group Tegaskan Investasi Pabrik Rp2,4 Triliun untuk Produksi 50 Ribu Kendaraan per Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Vice President Seres Group, Clifford Kang, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak dalam acara Road to Indonesia yang digelar di Jakarta. Dalam pidatonya, ia menegaskan komitmen Seres Group untuk terus memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui strategi lokalisasi yang sudah dijalankan sejak 2013.
“Sejak memasuki pasar Indonesia pada 2013, kami telah menjadikan lokalisasi sebagai strategi inti. Pada 2018, kami menyelesaikan pembangunan pabrik Seres Sokonindo dengan investasi lebih dari US$150 juta,” ujar Clifford Kang pada acara Road to Indonesia: Closing Ceremony – Celebrating 75 Years of Indonesia–China Friendship di Shangri-La Jakarta, Senin (25/8/2025). Jika kurs dolar AS adalah Rp16.000, maka investasi Seres mencapai Rp2,4 triliun.
Pabrik tersebut menjadi pabrik energi modern pertama di Provinsi Banten dengan kapasitas produksi tahunan lebih dari 50.000 kendaraan. Menariknya, lebih dari 85% tenaga kerja di pabrik tersebut merupakan tenaga kerja lokal. “Pabrik ini menjadi bukti nyata dari manufaktur cerdas, inovasi teknologi, sekaligus komitmen kami untuk memproduksi di Indonesia bagi Indonesia,” tambahnya.
Clifford menjelaskan bahwa Seres selalu berfokus pada inovasi dan pemberdayaan mobilitas melalui teknologi. Kehadiran pabrik di Banten tidak hanya mencerminkan investasi besar, tetapi juga kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dalam industri kendaraan energi baru. Ke depan, Seres berkomitmen untuk terus menanamkan investasi, memperluas operasi lokal, serta bekerja sama dengan mitra di Indonesia guna mendukung pengembangan industri kendaraan energi baru dan perekonomian nasional.
Baca Juga
Rayakan 75 Tahun Persahabatan Indonesia-China, KIKT Bawa EV Canggih China ke Jakarta
Ia juga menyinggung momen 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok yang ditandai dengan kerja sama erat di bidang ekonomi dan budaya. “Mobil adalah duta besar yang hebat dalam mendekatkan orang. Kami bertujuan untuk menghubungkan orang dari berbagai latar belakang serta menawarkan perjalanan yang lebih cerdas, aman, dan nyaman melalui kendaraan energi baru kelas dunia,” kata Clifford mengutip pernyataan Duta Besar Zhou Haoli saat pembukaan acara.
Menurutnya, teknologi cerdas seharusnya dapat melayani manusia dan membawa mereka lebih dekat satu sama lain. Dengan visi intelligence redefining luxury, Seres berkomitmen menghadirkan mobilitas yang lebih cerdas dan aman bagi pelanggan di Indonesia maupun Asia Tenggara. Clifford menekankan bahwa inovasi Tiongkok yang dihadirkan Seres bukan sekadar teknologi, melainkan bagian dari transformasi industri otomotif kawasan.
“Melintasi gunung dan lautan, manusia selalu menemukan cara untuk terhubung. Kami percaya kendaraan kami dapat mempererat hubungan antara Tiongkok, Indonesia, dan Asia Tenggara, menjadikan setiap perjalanan sebagai kesempatan berbagi ide dan budaya,” ucap Clifford Kang menutup pidatonya.
Seres meyakini komitmen ini akan memperkuat ikatan kedua negara sekaligus membawa manfaat nyata bagi industri otomotif Indonesia dan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menyebut mobil listrik Aito M9 hasil produksi Huawei dan Seres Group sebagai contoh nyata inovasi kendaraan listrik asal China yang mampu bersaing di pasar global.
“Ini adalah mobil impian bagi banyak orang di dunia. Fakta bahwa mobil ini dikendarai dari Chongqing, Tiongkok, hingga Jakarta menunjukkan tingkat kecanggihan teknologi tersebut. Aito M9 juga merupakan contoh baik dari inovasi industri kendaraan listrik di Tiongkok,” kata Wang Lutong.
Wang juga menyampaikan penghargaannya kepada Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) yang dipimpin Garibaldi Thohir. Menurutnya, ide menghadirkan Aito M9 ke Jakarta sebagai bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–China adalah langkah yang brilian.
“Menghadirkan Aito M9 ke Jakarta dan merayakan 75 tahun hubungan diplomatik dengan cara ini adalah ide yang sangat cerdas,” katanya.
Wang menekankan bahwa Aito M9 telah menjadi salah satu mobil listrik terlaris dari China berkat desainnya yang mewah, sistem pintar, serta teknologi mengemudi otomatis yang canggih. “Mobil ini indah, klasik, dengan sistem canggih, mengemudi cerdas, serta interior dan desain mewah. Ini adalah mobil impian bagi banyak orang di dunia,” ujarnya.
Lutong juga menegaskan kesiapan China untuk mendukung upaya Indonesia membangun ekosistem kendaraan listrik domestik. “China akan berkolaborasi dengan Anda dalam riset dan pengembangan agar tujuan dan target tersebut dapat tercapai,” jelasnya.
Selain sektor kendaraan listrik, Wang menegaskan terdapat banyak bidang kerja sama penting lainnya antara Indonesia dan China. Bidang tersebut meliputi mineral kritis, infrastruktur, teknologi tinggi, kecerdasan buatan, pendidikan, kesehatan, hingga kebudayaan. Ia juga menyoroti pentingnya hubungan budaya yang sejak lama menjadi fondasi erat hubungan kedua bangsa.
Baca Juga
Kadin Indonesia Komite Tiongkok Dorong Kerja Sama Bilateral dan Investasi RI – China
“Kami sangat bangga dengan peringatan 75 tahun hubungan bilateral ini. Saya percaya ke depan akan semakin banyak hal indah yang tercipta, membawa kemakmuran dan kemajuan 75 tahun mendatang, bahkan lebih, untuk kedua bangsa dan juga dunia,” tutur Wang mengakhiri pidatonya.
Profil Aito M9
Varian listrik dari crossover Aito M9 yang dikembangkan oleh Huawei dan Seres mendapatkan lima bintang dalam uji keselamatan dan tabrakan di China yang dilakukan oleh C-NCAP. Performanya secara keseluruhan lebih tinggi daripada pesaing utama M9, Li Auto L9. Hal ini menjadikan Aito M9 sebagai mobil teraman yang dievaluasi di China, lapor Carnewschina yang dikutip Antara.
Aito M9 adalah SUV yang dikembangkan bersama oleh Huawei dan Dongfeng's Seres. Mobil ini memiliki dimensi 5.230/1.930/1.800 mm dengan jarak sumbu roda 3.110 mm. Di dalam, Aito M9 memiliki enam kursi dengan tata letak 2+2+2.
Varian BEV (Battery Electric Vehicle) dari crossover ini menawarkan dua motor listrik dengan tenaga 390 kW (523 hp) yang dikawinkan dengan paket baterai 100 kWh, dengan klaim jarak tempuh 630 km berdasarkan standar CLTC.
Varian EREV menghasilkan 365 kW (489 hp) dan memiliki jangkauan listrik 225-275 km CLTC. Aito M9 memiliki kisaran harga 469.800 - 569.800 yuan (Rp1 miliar - Rp1,26 miliar).

