Rasio Kewirausahaan Masih Rendah, Mendag Budi Ajak Mahasiswa Menjadi Pelaku Ini
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong mahasiswa untuk aktif membangun ekosistem perdagangan melalui kewirausahaan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini diharapkan memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Mendag Budi Santoso dalam kuliah umum bertajuk “Kebijakan Perdagangan Indonesia” di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten.
Baca Juga
RI Menang Sengketa di WTO, Mendag Desak Eropa Cabut Bea Masuk Biodiesel
Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia tercatat 3,35% dari total angkatan kerja atau sekitar 4,9 juta wirausahawan. Sebagai perbandingan, Malaysia 4,74%, Singapura 8,76%, dan Amerika Serikat 12%. Untuk menuju negara maju, Indonesia ditargetkan mencapai rasio kewirausahaan minimal 4%.
“Peluang meningkatkan daya saing global masih besar. Dengan semangat kewirausahaan, mahasiswa membangun usaha sekaligus masa depan bangsa,” ujar Mendag Budi, Selasa (26/8/2025).
Budi juga memaparkan, pada 2024 nilai ekspor Indonesia menembus US$ 266,53 miliar dengan kontribusi nonmigas 94% atau US$ 250,65 miliar. Angka ini mencerminkan daya saing kuat meski tantangan global meningkat. Selain itu, sekitar 64 juta UMKM menyumbang 15,7% terhadap ekspor nasional.
Baca Juga
Mendag Budi Pede Tarif Trump 19% Bakal Dongkrak Ekspor Indonesia ke AS
“Kemendag berkomitmen mendukung pengembangan kewirausahaan nasional dan pencapaian rasio kewirausahaan 4% melalui pola waralaba yang dijalankan anak muda,” tegasnya.
Jonathan, mahasiswa Jurusan Manajemen UPH yang hadir, menilai kuliah umum Mendag Budi sangat bermanfaat. Ia menyebut, pemaparan mengenai kondisi perdagangan memberi pemahaman lebih jelas tentang strategi perdagangan Indonesia saat ini.
“Kuliah umum ini membuka wawasan. Kami jadi paham soal kebijakan tarif Trump, dampaknya bagi perdagangan Indonesia, serta strategi penguatan UMKM agar mampu bersaing global,” jelas Jonathan.

