Wamen PU Sebut Proyek Tahun Jamak IKN Dikebut Hingga 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti menyampaikan, proyek-proyek pembiayaan tahun jamak (multi-years contract/MYC) yang digarap Kementerian PU di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan terus digeber hingga 2026 mendatang.
"MYC belum selesai semuanya, mudah-mudahan paling lambat 2026 sudah selesai," kata Diana seusai acara "Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot" di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Kementerian PU sebelumnya berkomitmen menyelesaikan proyek-proyek strategis di IKN melalui skema MYC. Komitmen ini disampaikan Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian PU, Triono Junoasmoro saat mendampingi kunjungan kerja anggota Komisi V DPR di IKN, Selasa (29/7/2025) lalu.
Menurut Triono, kehadiran tim lengkap dari berbagai direktorat menunjukkan keseriusan Kementerian PU dalam membangun Kalimantan Timur, khususnya IKN.
"Kami datang lengkap, dari Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, Prasarana Strategis, hingga Inspektorat Jenderal. Ini bukti nyata keseriusan kami membangun IKN," ujar Yongki, sapaan akrabnya Triono, kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Yongki menjelaskan, proyek-proyek yang sedang berjalan mencakup pembangunan dan peningkatan saluran irigasi, Jalan Tol Balikpapan–IKN, fasilitas keagamaan, hingga istana Wakil Presiden. Selain itu, akses jalan lingkungan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), rumah susun (rusun) ASN, dan pembangunan gedung sekolah rakyat juga tengah dikebut.
"Kami banyak fokus pada infrastruktur dasar, termasuk pemeliharaan saluran irigasi. Semua dilakukan secara bertahap lewat skema multi-years," katanya.
Yongki menambahkan, skema MYC ini dipilih agar anggaran tidak menumpuk dalam 1 tahun, sehingga pelaksanaan proyek bisa lebih efisien dan terencana. "Target kami sebagian besar proyek selesai dalam satu hingga dua tahun ke depan. Namun, semua tergantung pada dukungan anggaran dari DPR," tuturnya.
Sementara itu, Komisi V DPR memberikan apresiasi atas progres pembangunan di IKN. Mereka meninjau langsung proyek Jalan Tol IKN seksi 3A Karangjoang–KKT Kariangau yang telah mencapai progres fisik 80% dengan panjang 48 km.
Anggota Komisi V, Novita Wijayanti berharap proyek tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar pelayanan minimum (SPM), terutama dari sisi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. "Kami minta perhatian soal drainase. Jangan sampai ada banjir saat musim hujan. Lampu jalan juga harus diperhatikan," katanya.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, mulai pertengahan Juli 2025, semua proyek di IKN akan dikelola secara penuh oleh OIKN.
"Untuk tahap dua, dari 2025-2028 itu semua akan ditangani oleh OIKN. Sedangkan proyek multi-years yang sebelumnya dikerjkan Kementerian PU dan PKP akan dilanjutkan sampai selesai," tutup Basuki.

