Kinerja Keuangan PosIND Makin Kinclong, Segini Pertumbuhannya
JAKARTA, investortrust.id – PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND membukukan kinerja keuangan yang makin kinclong pada 2023. Kinerja tahun lalu yang menggembirakan diperkirakan berlanjut tahun ini.
Menurut Direktur Utama PosIND, Faizal Rochmad Djoemadi, sejumlah indikator fundamental perseroan, seperti pendapatan serta laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) menunjukkan performa yang meyakinkan.
Baca Juga
Pos Indonesia Sudah Distribusikan Surat Suara Pemilu ke 1.900 TPS
“Per akhir 2023 kemarin, revenue kami tumbuh double digit, lebih dari 10%. Kemudian EBITDA juga tumbuh lebih dari 10%, begitu pula net income. Jadi, ketiga parameter performa finansial kami tumbuh diatas 10%,” tutur Faizal di Menara Danareksa Jakarta, Rabu (7/2/2024).
Namun, dengan alasan laporan 2023 belum selesai diaudit, Faizal tidak bersedia merinci berapa persisnya pendapatan dan EBITDA perusahaan pelat merah tersebut.
Dia hanya mengatakan, pencapaian itu sungguh membanggakan karena diraih saat perekonomian belum sepenuhnya pulih dari krisis akibat pandemi Covid-19.
“Itu merupakan kebanggaan bagi kami di tengah belum pulihnya ekonomi secara baik pasca-Covid-19. Di situ kami bisa mengambil opportunity di bidang logistik,” ujar dia.
Faizal Rochmad Djoemadi mengungkapkan, PosIND pada 2024 akan fokus pada segmen logistik untuk terus membantu pemerintah menyalurkan berbagai bantuan logistik kepada masyarakat.
Faizal menjelaskan, pasar logistik di Tanah Air sangat besar. Dalam setahun, total biaya logistik di Indonesia mencapai hampir Rp 4.000 triliun.
“Semua truk di jalan, pergudangan, pelabuhan, itu semua adalah bagian dari logistic services. Masalah logistik masih menjadi persoalan utama yang sedang ditangani pemerintah, bagaimana agar ongkos logistik nasional bisa ditekan,” papar dia.
Baca Juga
Diborong Para Filatelis dari Berbagai Negara, Prangko Tahun Naga 2575 Ludes Terjual
Berdasarkan catatan investortrust.id, PosIND mencetak pendapatan Rp 2,41 triliun pada semester I-2023, tumbuh 8,39% secara tahunan (year on year/yoy). Penyokong utama pendapatan PosIND antara lain surat dan paket pos senilai Rp 941,13 miliar.
Adapun segmen logistik berkontribusi Rp 791,7 miliar. Sedangkan pendapatan jasa keuangan dan ritel masing-masing sebesar Rp 479,13 miliar dan Rp 134,32 miliar.
Pada 2022, PosIND mencatatkan laba Rp 650 miliar, tumbuh 8,5% (yoy). Laba bersih 2022 merupakan laba terbesar sepanjang sejarah perseroan. Pada 2019, laba bersih PosIND masih minus Rp 104,78 miliar, lalu melonjak 440% menjadi Rp 355,90 miliar pada 2020, dan melesat 68% menjadi Rp 599,34 miliar pada 2021.

