Kemendag Sebut Daya Beli Masih Kuat, meski Pengusaha Nilai Ada Pelemahan Konsumsi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut daya beli masyarakat tidak mengalami pelemahan di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu seperti sekarang.
Direktur Bina Usaha Perdagangan Kemendag Septo Soepriyatno mengatakan, hal tersebut dapat dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% pada triwulan II 2025.
Baca Juga
Mendag Budi Optimistis Perdagangan RI-Uni Eropa Melesat Usai IEU-CEPA Berlaku
“Saya rasa terkait dengan daya beli masyarakat sedang lemah, kita dari pemerintah melihat tidak ada sinyal itu, karena kita lihat berdasarkan laporan dari BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,12%, artinya daya beli masyarakat sedang lemah itu tidak terhubung,” kata Septo saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (20/8/2025).
Kendati demikian, Septo tidak memungkiri bahwa telah terjadi perubahan pola konsumsi dan belanja masyarakat. Menurutnya, saat ini masyarakat lebih senang berbelanja online, sehingga penjual dan pengusaha mesti menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.
“Memang ada pergeseran pola konsumsi ya, pola konsumsi yang tadinya offline menjadi online juga. Bahkan kita mendorong perusahaan untuk shifting juga nih, memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan usahanya,” ujar dia.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sekaligus Wakil Ketua Umum Koordinator bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Indonesia Shinta Kamdani memiliki pandangan berbeda.
Baca Juga
Kadin: Dubai Jadi Hub Perdagangan yang Bisa Bikin Ekspor Melesat
Menurutnya, saat ini masih terjadi pelemahan daya beli, sehingga pengusaha akan terus memberikan masukan ke pemerintah mengenai kondisi perekonomian. Tujuannya, untuk mendapatkan solusi terbaik dan menggenjot konsumsi masyarakat.
“Kita masih melihat itu (pelemahan daya beli), tetapi kita juga menggulirkan insentif-insentif. Apakah itu berhasil? Tugas kami adalah terus memberikan masukan,” ucap Shinta.

