Serap 8,7 Juta Pekerja, Konstruksi Sumbang Hampir 10% PDB
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor konstruksi merupakan salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) hampir 10% atau tepatnya 9,48% pada kuartal II 2025.
“Share dari sektor konstruksi adalah 9,48%, terbesar keempat setelah sektor industri, kemudian pertanian dan perdagangan,” kata Amalia dalam penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dan nota kesepahaman dengan Kementerian PU di Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2025).
Baca Juga
AHY Bocorkan Konstruksi 'Giant Sea Wall', Tahap Awal Jakarta, Semarang, dan Demak
Selain sektor konstruksi, lanjut dia, sektor industri pengolahan juga berkontribusi terhadap PDB sebesar 18,67%, pertanian (13,83%), dan perdagangan (13,02%).
Amalia menyampaikan, serapan tenaga kerja dari sektor konstruksi sudah mencapai 8,7 juta pekerja atau sekitar 5,97% dari total penduduk bekerja di Indonesia. “Angka ini tentunya menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya menyokong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Amalia.
Adapun serapan tenaga kerja tersebut setelah sektor pertanian dengan 28,54% dari total penduduk bekerja, perdagangan (19,26%), industri pengolahan (13,45%), serta akomodasi dan makan minum 7,87%.
Baca Juga
Tak Sekadar Konstruksi Tambang, PP Presisi Dukung Generasi Sehat Lewat Cara Ini
Dalam kesempatan ini, Kementerian PU dan BPS juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang penyediaan dan pertukaran data spasial, stok dan kualitas sektor konstruksi. Hal ini digunakan untuk menghitung Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di sektor konstruksi dan infrastruktur.
“Hal ini tentunya penting untuk menilai dampak nyata dari investasi infrastruktur, tidak hanya terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional tetapi juga terhadap peningkatan produktivitas sektor-sektor utama seperti pertanian, industri pengolahan dan jasa logistik,” pungkas Amalia.

