Digitalisasi dan Keberlanjutan Jadi 2 Pilar Strategi Gunung Raja Paksi (GGRP) di Pasar Global
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP), emiten produsen baja terintegrasi terkemuka di Indonesia, berpartisipasi dalam sesi Fireside Chat bertema Tech: Next is Now pada ajang Katalis Program Showcase yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Australia Prosperity Expo 2025. Acara ini diselenggarakan IA-CEPA ECP Katalis Economic Cooperation Program dan dibuka Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti.
Partisipasi GRP mencerminkan komitmen perusahaan terhadap inovasi digital, keberlanjutan, dan kemitraan strategis lintas negara untuk memperkuat masa depan industri nasional.
Dalam sesi diskusi, GRP diwakili Ivan Widjaksono selaku director of supply chain management and digital. Ia memaparkan strategi perusahaan dalam mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan di seluruh rantai pasok manufaktur.
Baca Juga
Gunung Raja Paksi (GGRP) Perkuat Upaya Keberlanjutan Industri Baja Global
“Transformasi digital memberikan kami alat untuk bekerja lebih efisien, merespons kebutuhan pelanggan, dan selaras dengan praktik terbaik global,” ujar Ivan seperti dikutip dalam keterangannya, 15/8/2025).
Ia menegaskan keterkaitan erat antara digitalisasi dan keberlanjutan. Semakin akurat dan berbasis data suatu proses, semakin besar dampak positifnya terhadap kinerja perusahaan maupun lingkungan.
Sebagai bagian komitmen terhadap kualitas dan keberlanjutan, GRP memastikan seluruh produk baja memenuhi standar internasional, termasuk di pasar Australia. Perusahaan mengantongi environmental product declaration (EPD) yang diverifikasi pihak independen, berisi data dampak lingkungan sepanjang siklus hidup produk. EPD ini tidak hanya mendukung konstruksi berkelanjutan, tetapi juga mempermudah produk GRP memenuhi kriteria proyek bangunan hijau.
Selain itu, GRP meraih sertifikasi dari Australasian Certification Authority for Reinforcing and Structural Steels (ACRS). Sertifikasi ini memastikan seluruh proses, mulai bahan baku hingga hasil akhir, memenuhi standar keselamatan dan kualitas yang berlaku di Australia dan Selandia Baru.
Peran Katalis
Katalis, yang diluncurkan pada 2020 di bawah kerangka Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), bertujuan memaksimalkan potensi kerja sama ekonomi kedua negara. Program ini mendorong keterlibatan sektor swasta, memperluas akses pasar, dan mengintegrasikan rantai pasok.
Baca Juga
Transaksi Saham GGRP dan INPC Dibuka Kembali, Langsung Masuk Papan Pemantauan Khusus
Director of Katalis Paul Bartlett menegaskan, selama 5 tahun terakhir, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah dan industri untuk mewujudkan niat bisnis menjadi kemitraan konkret.
“Kami membantu mendorong kemakmuran bersama, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan inklusif. Memasuki fase selanjutnya, kami akan memperkuat fondasi yang sudah ada dan tetap selaras dengan prioritas ekonomi serta pembangunan kedua negara,” ujarnya.
