ISF 2025 Ajang RI Tunjukkan Kekuatan 'Green Investment' dengan Potensi Rp 3.222 T
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 akan berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 10–11 Oktober. Forum ini digelar Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK), serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
ISF 2025 bisa menjadi ajang Indonesia menunjukkan kekuatan investasi berkelanjutan (green investment) dengan potensi US$ 200 miliar (Rp 3.222 triliun)
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Nurul Ichwan mengatakan, penyelenggaraan ISF 2025 sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Indonesia Vision 2045.
Baca Juga
Ketua Kadin: Produktivitas BUMN Kunci Penguatan Investasi Danantara
“Forum ini mengukuhkan Indonesia sebagai hub investasi berkelanjutan di kawasan, dan kami ingin memastikan bahwa setiap investasi yang masuk tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi memberi nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Nurul Ichwan dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (14/8/2025).
Mengusung tema "Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World", ISF 2025 akan membahas 10 isu pembangunan berkelanjutan, antara lain ketahanan pangan dan air, transportasi berkelanjutan, bioenergi, hilirisasi mineral berkelanjutan, dan penguatan sumber daya manusia di era kecerdasan buatan.
Agenda forum, meliputi diskusi pleno, dialog tematik, roundtable, dan pameran investment project ready to offer (IPRO) dengan prinsip environmental, social, and governance (ESG).
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko IPK, Rachmat Kaimuddin menambahkan, forum ini menjadi wadah negara berkembang membahas pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menjembatani pemahaman antara negara Global North dan Global South.
“ISF akan membawa diskusi lebih dekat ke kawasan dengan menawarkan solusi yang disesuaikan realitas lokal dan terinspirasi perjalanan Indonesia menuju masa depan berkelanjutan,” ujar Rachmat.
Baca Juga
IISF 2025 Siap Digelar, Angkat Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Investasi Hijau
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta Kamdani menyebutkan, forum ini sebagai sarana kolaborasi pelaku usaha, investor, dan pemerintah dalam mewujudkan proyek transisi energi dan ekonomi biru.
“Dengan potensi green investment Indonesia yang diproyeksikan melampaui US$ 200 miliar hingga 2030, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. ISF sebagai country-led initiative adalah platform strategis untuk menjembatani pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan dalam realisasi proyek - proyek transformasional,” jelas Shinta.
ISF 2025 menargetkan penandatanganan nota kesepahaman, peluncuran inisiatif keberlanjutan, serta penerbitan publikasi agenda ekonomi berkelanjutan. Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 4 Agustus hingga 30 September 2025 melalui laman www.
