Wamen Fahri Usul Perumnas Jadi 'Off Taker' Utama Rumah Rakyat Era Prabowo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengungkap pentingnya kehadiran sebuah lembaga atau institusi tertentu sebagai off-taker pembangunan rumah rakyat yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Fahri mengakui telah berdiskusi bersama CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani dan Menteri BUMN Erick Thohir terkait wacana tersebut. Ia menyebut wacana itu tidak lain sebagai upaya memenuhi backlog perumahan yang mencapai 15 juta.
Baca Juga
Usai Tekanan Berat di Masa Pandemi, Perumnas Catat Laba Rp 12 Miliar di 2024
"Kita lagi mencari skema untuk 1 juta rumah vertikal supaya ada lembaga off-taker. Supaya berapa pun yang diproduksi oleh pengembang dan kontraktor konstruksi, ya harus di-absorb karena kita punya backlog 15 juta," kata Fahri ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Menurut Fahri, saat ini pemerintah tengah melirik Perusahaan Umum (Perum) Perumnas, sebagai calon off-taker program tersebut. Bukan tanpa alasan, ia menyebut Perumnas pada awal pembentukannya telah diberikan mandat mengurusi perumahan bagi segmen masyarakat kelas menengah bawah.
"Kalau kita baca AD/ART-nya Perumnas tahun 1976, dia adalah off-taker perumahan sosial. Namun, karena di-push suruh cari untung, akhirnya perumahan sosialnya ditinggal," ungkap Fahri.
Politikus Partai Gelora itu meyakini, Perumnas lebih baik dipilih sebagai off-taker pembangunan rumah rakyat dibandingkan pemerintah membentuk unit atau badan baru. Namun, ia menyebut, usulan ini masih perlu dikaji lebih dalam serta persetujuan dari Danantara dan Kementerian BUMN.
"Perumnas itu bisa otomatis, begitu dikasih uang dia langsung bisa jadi off-taker. Hanya ini kan memerlukan diskusi dari otoritas BUMN yang sekarang sudah jadi dua kan, di Pak Erick dan Pak Rosan. Tentu itu otoritas mereka, kami cuman menyampaikan ide," ujarnya.
Baca Juga
Genjot 3 Juta Rumah, Kementerian PKP-Perumnas Siapkan Lahan untuk 150.152 Hunian
Soal usulan tersebut telah sampai ke meja Prabowo, Fahri menjawab normatif. Ia menekankan, usulan menghadirkan off-taker merupakan wacana yang datang dari Satgas Perumahan Rakyat. Namun, ia optimistis Prabowo akan menyetujui usulan tersebut, terlebih bila dinilai mampu mengatasi persoalan backlog perumahan.
"Ini adalah proposal terutama dari Satgas ya, di Satgas kan kita tetap diskusi, karena itulah cara terbaik untuk menemukan mekanisme pembiayaan, termasuk sekarang ini dorongan supaya KUR (kredit usaha rakyat) bisa masuk perumahan juga adalah bagian dari rekomendasi Satgas," jelasnya.

