Legislator Minta Pemerintah Masifkan Sosialisasi Zero ODOL 2027
JAKARTA, Investortrust.id - Anggota Komisi V DPR Syafiuddin mendukung penuh kebijakan penerapan zero over dimension over loading (ODOL) pada 2027. Syafiuddin meminta pemerintah menyiapkan teknis pelaksanaan dan sosialisasi secara masif.
Dipaparkan, larangan truk ODOL penting diterapkan untuk menjaga keselamatan lalu lintas, memperpanjang usia infrastruktur jalan, dan meningkatkan efisiensi distribusi logistik nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan upaya reformasi sektor transportasi darat yang menekankan keselamatan, keadilan, dan keberlanjutan. Namun, Syafiuddin mengingatkan keberhasilan implementasi kebijakan ini memerlukan persiapan matang di semua lini.
“Kami di Komisi V mendukung penuh penerapan zero ODOL pada 2027. Tetapi pemerintah harus melakukan sosialisasi yang masif, terstruktur, dan tepat sasaran agar para pengusaha logistik, operator transportasi, dan sopir truk dapat mempersiapkan diri sejak dini,” kata Syafiuddin dalam keterangannya, Selasa (5/8/2025).
Baca Juga
DPR, Pemerintah, dan Asosiasi Pengemudi Logistik Sepakat Bentuk Tim Wujudkan Zero ODOL 2027
Syafiuddin juga mendorong pemerintah untuk menyiapkan skema dukungan bagi pelaku usaha logistik yang terdampak, seperti akses pembiayaan untuk peremajaan armada, insentif pajak, atau program pelatihan sopir.
Kebijakan zero ODOL merupakan larangan total bagi kendaraan barang yang melebihi dimensi dan muatan standar, guna menekan angka kecelakaan lalu lintas dan kerusakan jalan yang setiap tahun menimbulkan kerugian besar bagi negara.
Sebelumnya, DPR dan pemerintah sepakat larangan truk ODOL di jalan raya resmi berlaku mulai 2027. Kesepakatan itu muncul setelah pembahasan final antara pemerintah, asosiasi logistik, dan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Senin (4/8/2025)
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, Kemenhub akan menyiapkan teknis pelaksanaan sesuai hasil kesepakatan tersebut. Ketua Umum Aliansi Pengemudi Independen (API), Suroso mengatakan para pengemudi logistik sepakat dengan penerapan zero ODOL.

