Hadapi Badai Harga Minyak, Elnusa (ELSA) Terapkan Strategi Cerdas agar Tetap Untung
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Tren penurunan harga minyak dunia membuat PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang merupakan anak perusahaan Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai subholding upstream, berhati-hati dalam menjalankan bisnis pada periode semester II 2025. Pasalnya, dengan penurunan harga minyak, maka gairah investasi terhadap pekerjaan di sektor hulu migas juga akan terdampak. Elnusa akan menerapkan strategi cerdas agar kinerja untung pada semester II 2025.
Direktur Pengembangan Usaha Elnusa Arief Prasetyo Handoyo menyebutkan, saat ini 80% captive market Elnusa berasal dari Pertamina grup dengan produknya berupa crude oil, gas, bahan bakar minyak (BBM), serta petrochemical.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Ungkap Pentingnya Pengelolaan SDM untuk Capai Target 'Lifting' Minyak 1 Juta BOPD
"Dengan kondisi global saat ini terjadi, itu sangat pengaruhi strategi bisnis perseroan, mem-balance optimalkan antara turunnya harga crude. Turunnya harga crude pengaruhi kegiatan upstream sementara dari sisi hilir kebutuhan meningkat," ungkap Arief dalam keterangannya, dikutip Senin (4/8/2025).
Dia menjelaskan, Pertamina mengelola banyak lapangan brown field secara produksi, sehingga trouble teknis meningkat. Hal ini membutuhkan teknologi yang terus berkembang tetapi membutuhkan biaya besar, dengan biaya operasi tinggi. Sementara harga minyak mentah turun dibutuhkan cost efficiency.
"Ini jadi tantangan, pekerjaan bisa berkurang dari sisi kontrak akan disesuaikan mengikuti keekonomian," ungkap Arief.
Untuk itu, Elnusa bakal menerapkan strategi efisiensi biaya secara internal dan lebih selektif dalam berinvestasi. Arief menerangkan, hal ini karena di sisi lain sebagai perusahaan jasa, Elnusa juga perlu untuk tetap berinvestasi guna mendapatkan keuntungan. "Kalau tidak tambah alat, kita cuma dapat revenue saja. Kalau mau tambah profit harus tambah alat," ujar dia.
Selain itu, Arief pun menyampaikan bahwa investasi di bisnis hilir juga tetap akan dilakukan yakni dengan peremajaan alat dan infrastruktur, penambahan tangki lalu tingkatkan pelayanan.
Baca Juga
Pendapatan Elnusa (ELSA) Naik Capai Rp 6,9 Triliun, Bisnis Logistik BBM Jadi Pendorong Utama
Tercatat, hingga semester I 2025, realisasi capex atau biaya investasi Elnusa baru mencapai 39%. Hal ini tidak lepas dari penurunan harga minyak yang menyebabkan permintaan pekerjaan menurun. Untuk paruh kedua tahun ini, Elnusa optimistis bisa mencapai target investasi sepanjang 2025 yakni Rp 594 miliar.
Arief menjelaskan, kontrak yang sedang berjalan 2025 merupakan hasil investasi 2024. "Investasi 2025 kita arahkan 2026 dan 2027, tetapi dilakukan tahun berjalan ini untuk kegiatan kontrak di tahun berikutnya," terang dia.

