'Market Share' Tembus 30%, 1 dari 3 Truk di Indonesia Adalah Isuzu
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencatat pencapaian penting di sektor kendaraan niaga. Market share Isuzu di Indonesia kini telah mencapai 30%, memperkuat posisinya sebagai pemain besar di pasar truk nasional.
“Bahkan di akhir tahun kemarin, market share kita sudah di 30%-an. Jadi satu dari tiga truk di Indonesia itu adalah sudah Isuzu,” kata Head of Business Strategy Division IAMI, Rian Erlangga, dalam di GIIAS 2025, ICE BSD City, Tangerang, Selasa (29/7/2025).
Baca Juga
Isuzu MU-X 4WD Diluncurkan di GIIAS 2025, Diklaim Tangguh untuk Medan Ekstrem Proyek Nasional
Rian menjelaskan, pertumbuhan ini tidak lepas dari upaya Isuzu menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan serta layanan purnajual yang terintegrasi. “Kami sebagai stakeholder transportasi Indonesia terus berusaha meningkatkan layanan termasuk produk kami,” ujarnya.
Salah satu unggulan terbaru Isuzu adalah ELF NQR B—varian medium bus terpanjang di kelasnya. Produk ini memberikan keleluasaan bagi operator transportasi, termasuk Transjakarta, dalam menyesuaikan layout kabin penumpang.
“Dengan NQR ini, stakeholder bisa lebih fleksibel menata layout. Salah satu keunggulan lainnya juga adalah double striker—layanan after sales yang sangat kami tonjolkan,” jelas Rian.
Isuzu bahkan menata ulang konsep outlet mereka untuk mencerminkan fokus pada purnajual. “Kalau datang ke outlet Isuzu, spare part kita taruh di depan, bukan di belakang. Itu menunjukkan fokus kami,” lanjutnya.
Baca Juga
Isuzu Perkuat Transportasi Jakarta Lewat 53 Armada Minitrans Baru
Tahun ini, Isuzu juga untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam pengadaan armada Transjakarta, dengan mengirimkan 53 unit bus ELF NQR B untuk Minitrans. Ke depan, perusahaan juga menyiapkan beberapa varian baru untuk segmen bus yang sedang dalam tahap riset.
“Mudah-mudahan akan kita bisa munculkan setelah GIIAS 2025. Kalau layanan after sales dan kualitas produk terus kami tingkatkan, mudah-mudahan kontribusi kami ke Transjakarta bisa makin besar,” tutup Rian.

