Harga Emas Anjlok ke Level Terendah 3 Minggu karena Keperkasaan Dolar
Poin Penting
|
CHICAGO, Investortrust.id - Harga emas jatuh ke level terendah hampir 3 minggu pada Senin (28/7/2025) karena perjanjian perdagangan AS-Uni Eropa (UE) memperkuat dolar dan sentimen risiko. Sementara investor menunggu isyarat baru kebijakan suku bunga dari pertemuan Federal Reserve (The Fed) Rabu (30/1/2025).
Harga emas turun 0,6% menjadi US$ 3.316,03 per ons setelah menyentuh level terendah sejak 9 Juli di awal sesi. Sementara harga emas berjangka AS turun 0,7% menjadi US$ 3.313,2 per ons.
Indeks dolar AS naik ke level tertinggi 1 minggu, membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Baca Juga
Harga Emas Diprediksi Tembus US$ 3.600 Sebelum Akhir 2025, Berikut Faktor Pendorongnya
“Saya pikir semakin banyak pengumuman perdagangan yang kita terima, dolar makin kuat. Kesepakatan tarif ini ramah dolar, menurunkan daya tarik emas dan mendorong aksi jual emas di tengah sentimen risiko,” kata analis Marex Edward Meir dilansir CNBC.
Kesepakatan antara Presiden AS Donald Trump dan Uni Eropa menyetujui tarif 15% untuk barang-barang UE, setengah dari tarif yang diancamkan sebelumnya 30%. Hal ini meredakan kekhawatiran perang dagang lebih luas. Pakta tersebut muncul menyusul perjanjian AS-Jepang.
Sementara pejabat AS dan Tiongkok melanjutkan pembicaraan di Stockholm pada Senin dengan tujuan memperpanjang gencatan senjata perdagangan selama 90 hari lagi.
Namun, seorang perwakilan dagang AS mengatakan, tidak ada terobosan besar yang diharapkan dengan China. Dia menekankan bahwa diskusi akan fokus pada pemantauan dan penerapan komitmen.
Federal Reserve AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam kisaran 4,25%–4,50% pada pertemuan kebijakan 2 harinya yang berakhir pada Rabu.
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Tipis di Tengah Dampak Kesepakatan Tarif AS–Uni Eropa
Sementara itu, pasar memperkirakan potensi penurunan suku bunga pada September. Emas cenderung berkinerja baik dalam kondisi suku rendah.
Di tempat lain, harga perak turun 0,2% menjadi US$ 38,05 per ons, platinum turun 1,8% menjadi US$ 1.375,88, dan paladium naik 0,5% menjadi US$ 1.226,25.

