Harga Emas ke Level Terendah 2 Minggu, Gencatan Senjata Iran-Israel Bikin Investor Kabur?
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas anjlok 2% mencapai titik terendah dalam 2 minggu pada Selasa (24/6/2025) karena pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Israel mengurangi permintaan emas sebagai aset safe haven. Apakah investor keluar dari emas dan mencari aset yang berisiko, sepeti saham?
Harga emas di pasar spot turun 1,5% menjadi US$ 3.316,80 per ons, setelah sebelumnya turun lebih 2% ke level terendah sejak 9 Juni. Sementara harga emas berjangka AS ditutup pada level 1,8% ke US$ 3.333,9.
“Penurunan ketegangan di Timur Tengah jadi faktor utama yang membebani emas. Permintaan aset safe haven menurun dan pasar cenderung mengambil risiko,” kata Wakil Presiden Zaner Metals, Peter Grant dilansir CNBC.
Baca Juga
Geopolitik Memanas, Sekuritas Ini Rekomendasikan Investasi Emas
Sementara bursa saham global melonjak dan dolar melemah pada Selasa setelah berita gencatan senjata antara Israel dan Iran. Pasar juga mengabaikan apa yang disebut Presiden AS Donald Trump sebagai pelanggaran kedua belah pihak.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebelumnya mengatakan pihaknya telah memerintahkan militer melancarkan serangan baru terhadap target-target di Teheran, merespons rudal-rudal Iran yang ditembakkan sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap gencatan senjata.
“Ada beberapa pertanyaan apakah gencatan senjata ini akan bertahan, sampai masalah ini benar-benar teratasi, saya pikir penurunan (untuk emas) mungkin cukup terbatas,” tambah Grant.
Sementara itu, Ketua Federal Reserve AS (The Fed) Jerome Powell mengatakan bank sentral membutuhkan waktu lebih banyak untuk melihat apakah kenaikan tarif mengerek inflasi, sebelum mempertimbangkan pemotongan suku bunga. Hal itu diungkapkan dalam kesaksian Powell yang disiapkan pada sidang kongres Selasa.
Baca Juga
Emas Bersinar di Tengah Konflik, Ketegangan Iran-Israel Bisa Dorong Harga Tembus US$ 3.500
Pasar mengantisipasi penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin pada akhir tahun, dimulai Oktober dengan penurunan sebesar 25 basis poin.
Emas tumbuh subur dalam lingkungan suku bunga rendah karena merupakan aset dengan imbal hasil nol.
Sementara harga perak di pasar spot turun 0,8% menjadi US$ 35,83 per ons, jatuh ke titik terendah sejak 5 Juni. Sedangkan platinum naik 1,8% menjadi US$ 1.317,87, dan paladium turun 1,3% menjadi US$ 1.062,73.

