Tanzania Belajar Rahasia Sukses Indonesia Kelola Gas Bumi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerima kunjungan delegasi Tanzania dalam rangka pelaksanaan Second Training in Japan and Indonesia: “Tanzania Natural Gas Utilization Capacity Development Project.” Kunjungan delegasi Tanzania ini dipimpin Senior Energy Engineer Kementerian Energi Tanzania Philemon D Meddah.
Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Mirza Mahendra menyebutkan, kunjungan tersebut bertujuan memperdalam pemahaman terkait pengembangan gas bumi, pemanfaatannya, serta kebijakan, dan infrastruktur yang mendukung ketahanan energi nasional.
Dia mengatakan, Tanzania menilai kesempatan ini sebagai momen penting untuk belajar dari Indonesia, yang telah lebih maju dalam pemanfaatan gas alam dan pengelolaan industri migas secara umum.
Dia menyampaikan bahwa industri migas masih memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Baca Juga
Produksi Minyak Semester I Belum Sentuh Target, tetapi SKK Migas Punya Senjata Andalan Ini
“Indonesia menargetkan produksi gas bumi sebesar 12 BSCFD pada 2030. Untuk itu, kami terus membuka peluang investasi melalui fleksibilitas kontrak, pemberian insentif fiskal dan non-fiskal, penyederhanaan perizinan, serta peningkatan pengelolaan dan akses data hulu migas,” jelas Mirza dalam keterangannya, Kamis (24/7/2025).
Pada kesempatan yang sama, Philemon menyampaikan bahwa pihaknya berterima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah ditunjukkan Indonesia selama ini. Salah satu alasan Indonesia dipilih sebagai mitra karena hubungan yang telah terjalin sejak lama, termasuk melalui nota kesepahaman dan kerja sama antara Pertamina dan perusahaan-perusahaan di Tanzania.
“Meski industri minyak dan gas kami masih berada di tahap awal pengembangan, Indonesia tetap menunjukkan minat untuk berinvestasi di sektor tersebut di negara kami. Oleh karena itu, kami melihat kesempatan ini sebagai momen penting untuk belajar dari Indonesia, yang telah lebih maju dalam pemanfaatan gas alam dan pengelolaan industri migas secara umum,” ujar Philemon.
Dia menerangkan bahwa Tanzania melihat Indonesia sebagai model yang dapat dipelajari dan ditiru dalam membangun sektor gas yang bermanfaat bagi masyarakat. Lebih lanjut, Philemon menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin, termasuk kunjungan delegasi tingkat tinggi Pemerintah Tanzania pada Desember lalu.
Kegiatan kunjungan Delegasi Tanzania dilanjutkan dengan pemaparan Ditjen Migas dan diskusi mengenai “Encouraging Exploration : Increasing Production, Investment and Energy Security” dan “Policy in Gas Development”
Baca Juga
Harga Minyak Melemah karena Trump Kasih Tenggat 50 Hari ke Rusia
Koordinator Pokja Pengembangan WK Non-Konvesional Kementerian ESDM Dwi Adi Nugroho dalam paparannya menyampaikan bahwa saat ini Indonesia memiliki cadangan gas terbukti sebesar 41,62 TCF dan 68 cekungan potensial yang belum dieksplorasi, menjadikan sektor ini sangat prospektif untuk dikembangkan.
“Dengan target produksi 12 BSCFD pada 2030 dan dukungan kebijakan percepatan eksplorasi, Indonesia membuka peluang luas bagi para investor di sektor gas bumi. Kolaborasi strategis diharapkan memperkuat ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” jelas Dwi.

