Harga Emas Melemah dan Perak Sempat Tembus Rekor di Tengah 'Deal' Dagang AS-Uni Eropa
Poin Penting
|
CHICAGO, Investortrust.id - Harga emas melanjutkan penurunannya pada Rabu (23/7/2025) menyusul laporan bahwa AS dan Uni Eropa hampir mencapai kesepakatan tarif sebesar 15%, yang mengurangi permintaan aset safe haven. Sementara harga perak sempat melonjak ke level tertinggi sejak September 2011 meski akhirnya ditutup melemah.
Harga emas di pasar spot turun 1,3% menjadi US$ 3.387,67 per ons setelah mencapai level tertinggi sejak 16 Juni pada hari sebelumnya. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 1,4% menjadi US$ 3.396,9.
Baca Juga
Harga Emas Turun Tipis, tetapi Masih Mengilap di Tengah Drama Tarif dan The Fed
“Jadi, kita melihat adanya kesepakatan dagang dengan Jepang dan Uni Eropa. Pada akhirnya, ini berarti tidak ada tarif pembalasan besar dari Uni Eropa, yang mendukung pasar ekuitas berkinerja cukup baik,” kata Kepala Strategi Komoditas TD Securities Bart Melek dilansir CNBC.
Dua diplomat Uni Eropa pada Rabu menyatakan, Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) sedang bergerak menuju kesepakatan dagang yang akan mengenakan tarif sebesar 15% terhadap barang-barang Uni Eropa yang diimpor ke AS.
Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mencapai kesepakatan dagang dengan Jepang pada hari yang sama untuk menurunkan tarif impor otomotif, yang merupakan kemajuan menggembirakan negosiasi tarif di berbagai bidang.
Emas cenderung menguat di tengah ketidakpastian dan lingkungan suku bunga rendah karena biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil berkurang. Pasar tidak memperkirakan penurunan suku bunga dari Federal Reserve AS (The Fed) pada Juli, tetapi independensi The Fed tampaknya terancam oleh meningkatnya campur tangan politik, menurut mayoritas ekonom yang disurvei Reuters.
Sementara harga perak turun 0,3% menjadi US$ 39,16 per ons, setelah mencapai titik tertinggi hampir 14 tahun di awal sesi.
Baca Juga
Harga Emas Turun Tipis, tetapi Masih Mengilap di Tengah Drama Tarif dan The Fed
“Reli harga perak baru-baru ini didorong kombinasi permintaan industri yang kuat, defisit pasokan, dan meningkatnya minat investor,” kata pedagang logam mulia di Heraeus Metals Germany, Alexander Zumpfe.
Sementara platinum turun 2,2% menjadi US$ 1.410,56 dan paladium turun 0,9% menjadi US$ 1.263,57.

