Bagikan

Telin Resmikan Cable Landing Station Minahasa, Perkuat Konektivitas Digital Indonesia ke Asia Pasifik

Poin Penting

Telin resmikan CLS Minahasa sebagai bagian proyek kabel bawah laut Bifrost.
CLS ini perkuat konektivitas Indonesia dengan Asia Pasifik dan Amerika Utara.
Infrastruktur digital strategis ini dorong Indonesia jadi pusat trafik data global.

JAKARTA, investortrust.id PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak usaha dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), resmi meluncurkan Cable Landing Station (CLS) Minahasa di Kalasey, Sulawesi Utara. Fasilitas ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas internasional serta mendukung pertumbuhan infrastruktur digital nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia.

Peresmian CLS ini dihadiri oleh jajaran pimpinan TelkomGroup, seperti Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir, Komisaris Telin Muhammad Rofik, Bambang A. Margono, serta jajaran direksi Telin, Telkom Infrastruktur, Telkom Akses, dan Telkom Regional.

Baca Juga

Telin dan Radius Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Konektivitas Digital di Filipina dan Wilayah Sekitarnya

CLS Manado-Minahasa menjadi bagian dari Bifrost Cable System, jaringan kabel bawah laut internasional hasil kolaborasi Telin dengan Keppel dan Meta. Sistem ini menghubungkan Asia Tenggara dan Amerika Utara secara langsung melalui jalur strategis seperti Laut Jawa dan Laut Sulawesi. Kehadiran CLS ini menempatkan Indonesia sebagai pusat trafik data digital di Asia Pasifik.

(kiri ke kanan) CEO Telin Budi Satria Dharma Purba dan Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir saat meresmikan Cable Landing Station (CLS) Manado- Minahasa, pada Kamis (17/7). ()
Source:

Sejak pengumuman proyek Bifrost tahun 2021, Telin telah melalui serangkaian tahapan penting, yaitu penentuan lokasi CLS Minahasa, peletakan batu pertama pada Oktober 2024, pendaratan kabel pada awal 2025, dan integrasi jaringan dengan sistem TelkomGroup. CLS Minahasa kini siap digunakan sebagai infrastruktur konektivitas berkapasitas tinggi, mendukung pertumbuhan kabel bawah laut masa depan, serta penguatan jaringan internasional.

Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir menyatakan bahwa fasilitas ini memperkuat posisi Indonesia dalam peta digital global. “CLS Minahasa adalah pondasi penting menuju pusat digital utama Asia Pasifik. Ini mendukung konektivitas, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga

Telkom Gelar Culture Festival 2025, Teguhkan Budaya Kolaboratif dan Keamanan Siber di Era Digital

Sementara itu, CEO Telin Budi Satria Dharma Purba menambahkan bahwa fasilitas ini bukan hanya infrastruktur fisik, melainkan gerbang konektivitas digital Indonesia ke dunia. “CLS ini membuka peluang inovasi, ekspansi ekonomi, dan kolaborasi global dari Indonesia,” tegasnya.

CLS Minahasa dilengkapi Beach Man Hole (BMH) serta jaringan front-haul yang andal, menjadikannya titik pendaratan ideal untuk sistem kabel bawah laut multi-proyek. Fasilitas ini juga bersifat scalable, memungkinkan ekspansi untuk kabel internasional berikutnya.

Peluncuran Cable Landing Station Minahasa menjadi simbol transformasi digital Indonesia, memperluas konektivitas lintas benua, serta mendorong kedaulatan data nasional. Dukungan infrastruktur ini juga selaras dengan visi TelkomGroup dalam membangun ekosistem digital berkelas dunia dan menjadikan Indonesia sebagai hub utama lalu lintas data di kawasan.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024