Pasca-Merger Jadi XLSmart (EXCL), XL, Axis, dan Smartfren Tetap Punya "Gaya" Sendiri
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pasca-merger XL Axiata dan Smartfren menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), ketiga merek layanan telekomunikasi XL, Axis, dan Smartfren dipastikan tetap berjalan sendiri-sendiri. Masing-masing akan mempertahankan pendekatan dan kebijakan layanan atau "gaya" yang berbeda sesuai karakteristik pasarnya.
Chief Marketing Officer Smartfren Sukaca Purwokardjono menegaskan, strategi ini dikenal sebagai metode freestanding. Artinya, setiap brand tetap memiliki ruang geraknya sendiri dalam pengembangan produk maupun komunikasi pemasaran.
“Dalam mengelola tiga brand, kita memilih cara yang namanya freestanding, maksudnya masing-masing jalan dengan policy brand masing-masing,” kata Sukaca dalam peluncuran asisten virtual Smartfren, Sarah, di Jakarta seperti dikutip Minggu (13/7/2025).
Baca Juga
Meski begitu, ia tak menutup kemungkinan adopsi inovasi produk lintas merek. Hal ini bisa dilakukan jika sesuai kebutuhan segmen masing-masing brand.
Sementara itu, Head of External Communications XLSmart Henry Wijayanto menambahkan bahwa ketiga merek akan tetap dipertahankan karena punya posisi pasar berbeda. XL, Axis, dan Smartfren memiliki target pengguna dan pendekatan layanan yang tidak bisa disamaratakan.
“Semua punya posisi masing-masing, punya market masing-masing, dan punya keunikan masing-masing,” jelas Henry.
Henry juga mencontohkan perbedaan layanan pelanggan di tiap merek. Jika XL memiliki fitur layanan digital bernama Maya, Smartfren kini meluncurkan asisten virtual berbasis AI bernama Sarah.
Asisten virtual Sarah resmi diperkenalkan sebagai kanal layanan pelanggan digital terbaru dari Smartfren. Teknologi ini mengandalkan AI generatif untuk memberikan jawaban cepat, natural, dan solutif.
Baca Juga
XLSMART (EXCL) Dukung Program Internet 100 Mbps untuk Sekolah Rakyat, Harapkan Insentif Ini
Smartfren mengklaim Sarah bisa diakses 24 jam dan merespons pertanyaan pelanggan dalam waktu kurang dari 3 detik. Untuk tahap awal, Sarah membantu menjawab seputar layanan, akun, paket data, hingga promo.
Ke depan, kemampuan Sarah akan diperluas untuk menangani aduan pelanggan secara langsung. Smartfren menargetkan Sarah jadi garda terdepan layanan digital di tengah efisiensi operasional pasca-merger.
Proses merger XL Axiata dan Smartfren rampung pada kuartal I-2025 lalu. Sementara proses sinkronisasi jaringan infrastruktur ditargetkan tuntas dalam 10–12 bulan mendatang.

