Pembangunan Jalan Usaha Tani di Bondowoso Kurangi Biaya Operasional Petani
Poin Penting
|
BONDOWOSO, investortrust.id — Akses petani ke lahan pertanian di Desa Suco Lor, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur kini semakin lancar menyusul selesainya pembangunan jalan usaha tani (JUT) yang dibangun oleh PT East West Seed Indonesia (Ewindo). Infrastruktur ini dibangun dalam rangka meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian hortikultura di wilayah tersebut.
Jalan usaha tani yang telah dibangun memungkinkan kendaraan roda dua masuk langsung ke area pertanian. Sebelumnya, proses panen memerlukan tenaga kerja lebih banyak karena hasil tani harus diangkut secara manual. Kini, petani mengaku hanya membutuhkan dua orang tenaga kerja dari yang sebelumnya empat, karena hasil panen bisa langsung diangkut dengan sepeda motor.
Senior GM HR & Corporate Secretary Ewindo Faisal Reza, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendampingi petani mencapai “Panen Makmur”sebuah visi di mana produktivitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan petani berjalan beriringan. Sebagai sahabat petani yang paling baik, perusahaan tidak hanya hadir sebagai penyedia benih unggul, tetapi juga sebagai mitra yang aktif terlibat dalam pembangunan sistem pertanian hortikultura yang tangguh dan berkelanjutan.
Baca Juga
Gibran Dorong Petani Lokal Pakai Drone untuk Capai Swasembada Gula
Komitmen itu dijalankan melalui enam prinsip utama perusahaan, yaitu memberikan pelayanan unggul untuk mendukung keberhasilan petani, menyediakan varietas benih sayur yang sesuai dengan kondisi lokal dan kebutuhan pasar, memanfaatkan sumber daya alam dengan penuh kesadaran demi keberlangsungan ekosistem, mengintegrasikan teknologi inovatif untuk kemajuan sistem hortikultura yang berkelanjutan, menyelaraskan pertanian hortikultura dengan kondisi lingkungan lokal yang unik dan mendorong faktor pendukung lain yang memperkuat sistem pertanian hortikultura yang berkelanjutan.
"Bantuan infrastruktur kepada petani bukan baru kali ini saja diberikan Ewindo kepada petani. Beberapa tahun silam petani di daerah Lumajang, Jember, Bondowoso dan Banyuwangi telah mendapatkan bantuan shelter dan nethouse untuk meningkatkan hasil panennya. Shelter dan nethouse ini melindungi sekitar 20 hektar lahan pertanian yang terdiri dari 13 hektar untuk tanaman cabai dan tujuh hektar untuk tomat. Pembangunan shelter dan nethouse ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 14,35 miliar," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (10/7/2025).
Baca Juga
Punya 3 Cabang, AgenBRILink Ini Sukses Bantu Petani Dapatkan Akses Layanan Keuangan
Selain itu, perusahaan juga pernah memberikan bantuan berupa fasilitas pengendalian hama tikus (biological pest control) berupa lima unit bangunan karantina burung hantu, 180 unit rumah burung hantu (rubuha) beserta burung hantunya.
Guna memberikan solusi terhadap kelangkaan air, Ewindo juga telah memberikan bantuan akses air bersih dan fasilitas sanitasi, seperti sumur bor, kamar mandi umum, dan tempat cuci tangan kepada petani di Pandeglang, Banten. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam mengantisipasi kekeringan, meningkatkan potensi wilayah mereka, dan menjaga kebersihan serta kesehatan.
“Sebagai perusahaan benih terintegrasi di sektor hortikultura, Ewindo menyadari peran kami dalam membentuk praktik pertanian yang menyejahterakan petani serta melindungi lahan dan ekosistem bagi generasi mendatang. Melalui langkah-langkah nyata seperti pembangunan JUT ini, kami ingin menunjukkan bahwa kami hadir bukan hanya sebagai penyedia produk, tapi sebagai mitra jangka panjang dan sahabat petani yang terbaik,” ujar Faisal.

