Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Kinerja Industri Mamin Tumbuh 6,04% di Awal 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyebutkan, industri makanan dan minuman Indonesia menunjukan tren pertumbuhan positif. Pasca-pandemi Covid-19, PDB industri makanan dan minuman mampu tumbuh sebesar 6,04% pada triwulan I tahun 2025.
Bahkan, menurut Wamenperin Faisol capaian tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan PDB industri pengolahan non-migas sebesar 4,31% dan PDB nasional sebesar 4,87%. Kontribusinya terhadap PDB industri pengolahan non-migas sebesar 41,15% pada triwulan I-2025.
"Industri makanan dan minuman Indonesia berperan penting sebagai tulang punggung sektor pengolahan non-migas. Agar sektor ini bisa bersaing di pasar global, kami aktif mendorong penguatan kerja sama internasional," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/7/2025).
Selain itu, sektor ini mencatatkan nilai ekspor hingga US$11,78 miliar (termasuk minyak kelapa sawit). Faisol mengatakan, capaian ini memberikan andil sebesar 22,42% dari total nilai ekspor industri pengolahan non-migas pada triwulan I-2025.
Adapun dari sisi investasi, industri makanan minuman alias mamin merealisasikan modalnya sebesar Rp 22,64 triliun pada awal tahun 2025, yang terdiri dari PMA sebesar Rp 9,03 triliun dan PMDN sebesar Rp 13,60 triliun.
“Ini menandakan bahwa para pelaku industri mamin di Indonesia masih memiliki optimisme atau kepercayaan diri yang tinggi dalam menjalankan bisnisnya karena didukung kebijakan dan iklim usaha yang kondusif,” imbuh Faisol.
Lebih lanjut, Wamenperin Faisol menambahkan, pihaknya fokus dalam upaya pengembangan industri halal yang sejalan dengan inisiatif program Making Indonesia 4.0, di mana sektor industri mamin sebagai salah satu sektor dari tujuh pilar utama.
"Kami meyakini bahwa industri halal, khususnya di sektor makanan dan minuman, memiliki kekuatan untuk mendominasi pasar internasional. Hal ini tentunya akan turut menopang pertumbuhan ekonomi dan program transformasi industri nasional,” jelasnya.

