PGN (PGAS) Optimalkan Infrastruktur Gas 31.000 km dan Pasokan LNG untuk Konsumen industri
JAKARTA, Investortrust.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) alias PGN terus mengedepankan affordability (keterjangkauan) gas bumi yang optimal khususnya bagi industri.
Caranya dengan mengoptimalkan infrastruktur gas 31.000 km dan pasokan LNG untuk jaga harga industri kompetitif dengan strategi share the gain di tengah tantangan global.
Komitmen ini dijalankan agar dapat menjaga keberlanjutan pemanfaatan gas bumi untuk kegiatan bisnis dan investasi industri dan terus mendukung kebijakan pemerintah, sehingga memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.
Terdapat tiga elemen utama yang saling terkait dan membentuk fondasi keberlanjutan industri, yaitu produksi gas dan alokasi, permintaan dan pemanfaatan, serta kesiapan infrastruktur. PGN berperan menyinergikan tiga elemen tersebut agar berjalan saling berkesinambungan.
Baca Juga
PGN (PGAS) Bikin UMKM Medan 'Cuan' karena Produksi Lancar dan Biaya Energi Turun 50%
“PGN sebagai agregator gas bumi nasional mengoptimalkan peran untuk memastikan penyaluran gas dari titik serah pasokan sampai fasilitas pelanggan, didukung kesiapan infrastruktur pipa kurang lebih 31.000 kilometer maupun fasilitas regasifikasi LNG di Arun, Lampung, serta Jawa Barat,” ujar Direktur Utama PGN Arief S Handoko dalam "Customer Business Forum" dengan pelanggan industri di wilayah SOR II, Jakarta, dikutip dalam keterangannya, Kamis (26/6/2025).
Arief melanjutkan, PGN memahami tantangan pelanggan, sehingga terus mengupayakan memenuhi kebutuhan gas dengan harga kompetitif. Sejak Mei 2024, pasokan gas LNG sudah ditambahkan untuk menyeimbangi pasokan gas pipa yang mengalami penurunan. “LNG terus digarap agar dapat menjadi portofolio pasokan domestik dalam jangka panjang, sehingga diharapkan harga yang diformulasikan bisa tetap kompetitif,” katanya.
Dia mengatakan, PGN juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan stakeholder terkait untuk mendapatkan sumber-sumber pasokan gas bumi. "Tentunya untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri dan menjaga ketersediaan pasokan gas,” terang Arief.
Direktur Komersial PGN Ratih Esti Prihatini mengatakan, PGN agresif membangun dan mengembangkan infrastruktur gas bumi agar konektivitas pelanggan dengan gas bumi semakin baik. Infrastruktur merupakan bagian krusial bagi PGN untuk mendukung aspek energy security dan affordability, serta meningkatkan peran gas bumi sebagai energi transisi.
"PGN telah menyusun road map pembangunan infrastruktur yang terintegrasi secara nasional,” imbuh dia pada forum yang sama.
PGN hadir dengan berbagai pilihan solusi yang dapat dimanfaatkan, sehingga pelanggan dapat mendapatkan nilai tambah yang optimal. PGN memiliki diferensiasi produk dan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi paling optimal bagi pelanggan dalam menggunakan gas bumi.
"Affordability to pay pengguna gas bumi bervariasi antara wilayah dan antar-segmen pengguna,” jelas Ratih.
Baca Juga
"Bedah Dapur" Bareng TikTok, Pelanggan Gas Bumi PGN Meroket 268%
Di saat PGN dapat memperoleh pasokan LNG dengan harga lebih rendah, perusahaan akan share the gain'dengan memberikan penyesuaian harga ke pelanggan dan program-program komersial yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
"Namun sebaliknya, jika PGN memperoleh pasokan dengan harga tinggi, maka PGN harus memperhitungkannya ke dalam harga jual kepada pelanggan walau tetap akan diperhitungkan yang paling kompetitif," kata Ratih.
Penetapan harga kompetitif bagi pelanggan menjadi salah satu komitmen PGN untuk menjaga sustainability penyaluran gas bagi pelanggan di tengah tantangan energi global, terutama terkait kondisi geopolitik di Timur Tengah saat ini yang berdampak terhadap fluktuasi minyak dunia.

