China Diprediksi Lahirkan 100 Terobosan AI Selevel DeepSeek dalam 18 Bulan
TIANJIN, investortrust.id - Mantan Wakil Gubernur Bank Sentral Tiongkok (PBOC) Zhu Min menyatakan bahwa China berpotensi menghasilkan lebih 100 terobosan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), seperti DeepSeek dalam 18 bulan ke depan. Pernyataan ini disampaikan dalam World Economic Forum di Tianjin, Selasa (24/6/2025) dan menjadi sinyal bahwa inovasi AI di Negeri Tirai Bambu semakin agresif.
Zhu yang pernah menjabat deputi direktur pelaksana IMF menilai, keunggulan China dalam sumber daya manusia, skala pasar domestik, serta dukungan regulasi. Hal ini membuat China siap menciptakan gelombang inovasi baru. Prediksi tersebut memperkuat posisi negara itu sebagai salah satu pesaing utama AS dalam pengembangan teknologi strategis, terutama setelah DeepSeek hadir pada awal 2025.
“Produk-produk ini akan secara mendasar mengubah struktur teknologi dan ekonomi China,” kata Zhu dikutip dari Bloomberg, Rabu (25/6/2025).
Baca Juga
DeepSeek Disebut Dukung Militer China dan Akali Larangan Ekspor Chip AS
Saat ini, Pemerintah AS terus membatasi akses China terhadap cip AI kelas atas, seperti produk Nvidia dengan alasan keamanan nasional. Namun, China merespons dengan mendorong kemandirian teknologi, termasuk melalui dukungan pada perusahaan domestik, seperti Huawei untuk memproduksi cip lokal.
Kehadiran DeepSeek telah memicu optimisme pasar, termasuk reli saham-saham teknologi di bursa China. Dari data Bloomberg, kontribusi sektor teknologi tinggi terhadap produk domestik bruto (PDB) China naik menjadi 15% pada 2024 dan diprediksi bisa tembus 18% pada 2026.
Zhu memperingatkan bahwa ketegangan dagang dengan AS masih menjadi faktor ketidakpastian utama. Ia memperkirakan inflasi AS akan kembali naik mulai Agustus, setelah stok barang lama habis dan tarif baru berdampak pada harga konsumen. “Dampak tarif lebih besar dari angka nominalnya, rantai industri global melambat, dan investasi tertahan,” katanya.
Terpisah, Anggota Komite Kebijakan Moneter PBOC Huang Yiping menyampaikan bahwa ekonomi China kemungkinan tumbuh lebih 5% pada kuartal kedua 2025. Hal ini didorong performa positif sektor konsumsi dan manufaktur sepanjang April hingga Juni.
Baca Juga
DeepSeek Diduga Contek Output Google Gemini, Industri AI Mulai Waspada
Namun, Huang menyoroti tantangan konsumsi domestik yang belum pulih sepenuhnya. Ia menegaskan bahwa peningkatan daya beli masyarakat adalah prioritas utama ke depan. “Pasar global tak lagi terbuka lebar, maka sirkulasi domestik jadi kunci,” pungkasnya.
Dengan proyeksi lahirnya ratusan terobosan AI baru, China tampak siap menantang dominasi Barat dalam kompetisi teknologi global, dan mengarahkan pertumbuhan ekonominya ke arah yang lebih berbasis inovasi.

