'Skybridge' Rp 95 Miliar Bogor Resmi Uji Coba, Ini Fakta Keren yang Wajib Kamu Tahu
JAKARTA, investortrust.id - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung (BTP Bandung) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta melakukan uji coba pengoperasian skybridge senilai Rp 95 miliar yang menghubungkan Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang untuk memudahkan akses pejalan kaki.
Kepala BTP Kelas I Bandung Endang Setiawan menyatakan, uji coba ini merupakan bagian peningkatan kenyamanan dan keamanan layanan kereta api, khususnya dalam mendukung perpindahan penumpang KA Pangrango dan KRL Jabodetabek.
Baca Juga
100 Tahun Beroperasi, KRL Berperan Kurangi Emisi Karbon di Wilayah Perkotaan
“Pembangunan skybridge ini merupakan wujud program transit oriented development (TOD) yang bertujuan mengoptimalkan akses transportasi publik, sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang, terutama dalam mendukung proses transit penumpang KRL Bogor Line dari Stasiun Bogor ke Stasiun Bogor Paledang dan sebaliknya,” kata Endang dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (19/6/2025).
Dia mengatakan, mulai 16 Juni 2025 seluruh aktivitas naik turun penumpang KA Pangrango dipusatkan di Stasiun Bogor Paledang. Selama masa uji coba, penumpang KA Pangrango yang melanjutkan perjalanan dengan KRL dapat masuk ke Stasiun Bogor melalui skybridge.
“Sebaliknya, penumpang KRL yang akan melanjutkan perjalanan dengan KA Pangrango dapat melakukan tap out melalui skybridge dan membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI,” jelas dia.
Endang melanjutkan, skybridge sepanjang 200 meter ini juga terhubung langsung dengan alun-alun Kota Bogor. Dengan kapasitas harian pengguna layanan mencapai lebih 530.000 orang, fasilitas ini diharapkan menjadi penghubung utama mobilitas masyarakat di wilayah Bogor.
Baca Juga
96 KRL Anyar dari Inka dan China Siap Layani Warga Jabodetabek
Berdasarkan data internal, jumlah penumpang KA Pangrango di Stasiun Bogor berkisar 800 hingga 1.600 orang per hari, sementara di Stasiun Bogor Paledang antara 200 hingga 400 orang per hari. Dalam periode Januari hingga Mei 2025, kedua stasiun tercatat telah melayani 333.148 penumpang naik dan turun.
Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko menyatakan, dukungan terhadap pengoperasian skybridge tersebut dan berharap seluruh fasilitas dapat berfungsi optimal saat tahap pengoperasian penuh.
“Kami berharap prasarana yang masih perlu disempurnakan dapat segera ditindaklanjuti agar saat pengoperasian, seluruh fasilitas berfungsi optimal,” pungkas Ixfan.

