Tanah Bergerak di Purwakarta Hebohkan Warga, Jasa Marga Pastikan Tol Cipularang Aman
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Rivan A Purwantono memastikan, Jalan Tol Cipularang tidak terdampak langsung pergerakan atau pergeseran tanah di Desa Pasirmunjul, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dia menyebut Tol Cipularang aman untuk dilintasi pengendara.
“Kami memastikan seluruh infrastruktur jalan tol Jasa Marga Group senantiasa aman dan dapat diandalkan masyarakat. Sejak menerima laporan awal, tim kami sudah melakukan langkah-langkah antisipatif dan terus memantau kondisi di lapangan, agar pengguna jalan tetap merasa nyaman, aman, dan terlindungi,” kata Rivan dalam keterangan pers yang diterima pada Rabu (18/6/2025).
Baca Juga
Jasa Marga Catat Kenaikan Signifikan Volume Lalu Lintas di Jabodetabek dan Jabar, Naik 41,9%
Dalam upaya antisipatif, lanjut Rivan, Jasa Marga melakukan kerja sama intensif dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat untuk melakukan monitoring dan penanganan potensi risiko di sepanjang koridor Jalan Tol Cipularang.
Dikatakan Rivan, hasil pemantauan udara tim Jasamarga Tollroad Maintenance selaku service provider Jasa Marga Group yang melakukan pemeliharaan jalan tol, menunjukkan titik pergeseran tanah terdekat berada sekitar 1 kilometer dari Jalan Tol Cipularang, dengan arah gerak tanah menuju ke utara yang menjauhi koridor tol utama.
“Jasa Marga menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan selama melintas di seluruh Jalan Tol Jasa Marga Group dan akan melakukan berbagai upaya untuk mencegah dampak kerusakan di jalan tol,” imbuh dia.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Diskon Tarif Tol 20% selama Libur Sekolah, Ini Daftar Ruasnya
Rivan menambahkan, pengguna jalan tol dapat mengakses informasi lalu lintas terkini dan permintaan pelayanan lalu lintas jalan tol melalui one call center 24 jam Jasa Marga di nomor 14080, akun sosial media X di @PTJASAMARGA, serta aplikasi Travoy untuk pengguna iOS dan Android.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengungkapkan, pergeseran atau pergerakan tanah di Desa Pasirmunjul mengakibatkan 250 warga setempat mengungsi. Berdasarkan laporan sementara, bencana tersebut mengakibatkan 70 bangunan mengalami kerusakan, yang terdiri atas 57 rumah rusak berat, satu fasilitas umum rusak berat, satu tempat ibadah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan
Sesuai data BPBD Purwakarta, pada 11-14 Juni 2025 tanah bergerak atau tanah ambles telah menjalar sejauh 20 meter dari titik awal dan terus bertambah setiap 10 menit. Kejadian ini juga menyebabkan puluhan makam keluarga di Kampung Cigintung, Desa Pasirmunjul terpaksa dipindahkan.

